Cek Weton, Wuku, dan Pawukon dalam Kalender Jawa

Oleh: Diperbarui pada
Kaweruh Jawa · Siklus 210 Hari

Cek Pawukon Jawa dan 30 Wuku

Pilih tanggal untuk mengetahui nama wuku, urutan dalam siklus 210 hari, posisi hari dalam pekan wuku, rentang tanggal, serta pitutur budayanya.

Wuku saat ini Maktal Wuku ke-21 · Hari ke-6 dari 7 23–29 Agustus 2026
30 × 7 = 210 hari

Satu wuku berlangsung tujuh hari. Setelah Watu Gunung, siklus kembali ke Sinta dan berulang tanpa terikat pergantian tahun Masehi.

1 Pilih tanggal yang ingin dicek

Pilih secara berurutan: Tanggal, Bulan, lalu Tahun.

Dalam sebagian tradisi Jawa, hari baru dimulai setelah Maghrib. Pilihan malam dapat menggeser perhitungan ke hari Jawa berikutnya.

Pawukon adalah warisan pengetahuan waktu. Tafsir di halaman ini disajikan sebagai pangilon atau bahan refleksi budaya, bukan kepastian nasib dan bukan pengganti pertimbangan nyata.

Pengertian Dasar

Apa Itu Wuku dan Pawukon?

Wuku adalah satu pekan bernama yang berlangsung tujuh hari. Pawukon adalah sistem atau ilmu untuk membaca rangkaian 30 wuku tersebut. Karena 30 wuku dikalikan tujuh hari, satu putaran Pawukon berjumlah 210 hari.

Cara Membaca

Weton dan Wuku Tidak Sama

Weton menggabungkan hari tujuh harian dengan pasaran lima harian dan berulang setiap 35 hari. Wuku menunjukkan pekan keberapa dalam siklus Pawukon dan berulang setiap 210 hari. Satu tanggal dapat memiliki weton dan wuku sekaligus.

Hal Penting

Satu Wuku Dimiliki Banyak Orang

Semua orang yang lahir dalam rentang tujuh hari yang sama berada pada wuku yang sama, tetapi weton mereka dapat berbeda. Karena itu wuku sebaiknya dibaca sebagai lapisan informasi tambahan, bukan identitas tunggal seseorang.

Daftar Lengkap

Urutan dan Makna 30 Wuku Jawa

Klik setiap nama wuku untuk membuka penjelasan. Ejaan dan penafsiran dapat berbeda antartradisi; halaman ini memakai penamaan yang konsisten dengan kalender di plugin JavaneseTime.

1 Sinta Awal Siklus · Hari ke-1–7 dalam siklus

Pembuka satu putaran Pawukon; mengingatkan pentingnya niat yang bersih sebelum memulai langkah.

Kekuatan

Semangat memulai, keberanian mencoba, dan kemampuan melihat peluang baru.

Perlu dijaga

Mudah bersemangat di awal tetapi belum tentu konsisten ketika hasil belum terlihat.

Pitutur

Tetapkan tujuan sederhana, mulai dari hal yang dapat dikerjakan, lalu jaga irama secara bertahap.

2 Landep Awal Siklus · Hari ke-8–14 dalam siklus

Melambangkan ketajaman pikiran, ketelitian, dan kemampuan membedakan hal yang penting dari yang mengganggu.

Kekuatan

Cepat memahami persoalan, tegas, dan mampu menyusun keputusan dengan logis.

Perlu dijaga

Ketajaman ucapan dapat melukai orang lain apabila tidak disertai empati.

Pitutur

Gunakan kecerdasan untuk menjernihkan masalah, bukan untuk memenangkan perdebatan.

3 Wukir Awal Siklus · Hari ke-15–21 dalam siklus

Gambaran keteguhan seperti gunung; menekankan dasar yang kuat, kesabaran, dan daya tahan.

Kekuatan

Tahan tekanan, setia pada tanggung jawab, dan tidak mudah berubah arah.

Perlu dijaga

Dapat terlalu kaku atau sulit menerima cara baru.

Pitutur

Pertahankan prinsip utama, tetapi beri ruang bagi masukan dan penyesuaian.

4 Kurantil Awal Siklus · Hari ke-22–28 dalam siklus

Mengajak memperhatikan detail kecil yang sering luput tetapi dapat menentukan hasil akhir.

Kekuatan

Teliti, hemat, peka pada perubahan kecil, dan mampu merawat hal sederhana.

Perlu dijaga

Terlalu fokus pada kekurangan kecil hingga lupa melihat gambaran besar.

Pitutur

Gunakan ketelitian sebagai alat bantu, bukan sebagai alasan menunda keputusan.

5 Tolu Awal Siklus · Hari ke-29–35 dalam siklus

Mengingatkan keseimbangan antara pikiran, ucapan, dan tindakan dalam membangun hubungan.

Kekuatan

Mudah menjadi penengah, mampu melihat beberapa sudut pandang, dan menjaga harmoni.

Perlu dijaga

Bimbang karena ingin memuaskan semua pihak.

Pitutur

Dengarkan banyak pihak, tetapi tentukan batas dan keputusan yang jelas.

6 Gumbreg Awal Siklus · Hari ke-36–42 dalam siklus

Menandai pertumbuhan daya hidup, tanggung jawab, dan usaha merawat sesuatu agar berkembang.

Kekuatan

Rajin, produktif, suka membantu, dan mampu membangun dari sumber daya terbatas.

Perlu dijaga

Mudah memikul terlalu banyak pekerjaan karena sulit menolak.

Pitutur

Rawat tenaga, bagi tugas, dan bedakan antara membantu dengan mengambil alih tanggung jawab orang lain.

7 Warigalit Membangun Irama · Hari ke-43–49 dalam siklus

Membaca tanda-tanda kecil sebelum mengambil langkah yang lebih besar.

Kekuatan

Peka, cepat menangkap suasana, dan mampu mengantisipasi masalah.

Perlu dijaga

Terlalu curiga atau menafsirkan semua hal sebagai pertanda.

Pitutur

Gabungkan kepekaan dengan fakta yang dapat diperiksa agar keputusan tetap sehat.

8 Wariagung Membangun Irama · Hari ke-50–56 dalam siklus

Mengarah pada keluhuran laku, martabat, kemurahan hati, dan tanggung jawab sosial.

Kekuatan

Berwibawa, mudah dipercaya, dan mampu memberi rasa aman kepada orang sekitar.

Perlu dijaga

Merasa harus selalu tampak kuat sehingga sulit meminta bantuan.

Pitutur

Jaga martabat tanpa menutup kerentanan; pemimpin juga boleh belajar dan meminta dukungan.

9 Julung Wangi Membangun Irama · Hari ke-57–63 dalam siklus

Menggambarkan nama baik yang dibangun melalui tutur kata, janji, dan tindakan yang konsisten.

Kekuatan

Ramah, mudah diterima, komunikatif, dan mampu membangun kepercayaan.

Perlu dijaga

Terlalu memikirkan penilaian orang atau berusaha menjaga citra secara berlebihan.

Pitutur

Utamakan kejujuran dan konsistensi; reputasi yang baik mengikuti tindakan yang baik.

10 Sungsang Membangun Irama · Hari ke-64–70 dalam siklus

Pengingat bahwa keadaan dapat terasa terbalik dan membutuhkan cara pandang baru.

Kekuatan

Tangguh menghadapi perubahan, kreatif mencari jalan keluar, dan tidak mudah menyerah.

Perlu dijaga

Panik, bereaksi berlebihan, atau memaksakan pola lama ketika situasi sudah berubah.

Pitutur

Berhenti sejenak, periksa asumsi, lalu susun ulang langkah dari dasar.

11 Galungan Membangun Irama · Hari ke-71–77 dalam siklus

Kemenangan batin atas kebiasaan buruk, ego, dan dorongan yang merusak keseimbangan.

Kekuatan

Berani memperbaiki diri, kuat menghadapi godaan, dan memiliki daya juang.

Perlu dijaga

Menganggap setiap perbedaan sebagai pertarungan yang harus dimenangkan.

Pitutur

Arahkan keberanian untuk menaklukkan kelemahan diri, bukan untuk menjatuhkan orang lain.

12 Kuningan Membangun Irama · Hari ke-78–84 dalam siklus

Nuansa syukur, pameling, penghormatan kepada leluhur, dan kesadaran atas asal-usul.

Kekuatan

Setia pada keluarga, menghargai sejarah, dan mampu menjaga nilai baik.

Perlu dijaga

Terlalu terikat pada masa lalu atau menolak perubahan karena alasan tradisi.

Pitutur

Rawat nilai yang bermanfaat sambil menyesuaikan bentuknya dengan kebutuhan masa kini.

13 Langkir Tengah Siklus · Hari ke-85–91 dalam siklus

Tanda memasuki pertengahan perjalanan dan waktu yang baik untuk mengevaluasi arah.

Kekuatan

Mampu menilai kemajuan, memperbaiki strategi, dan menyusun prioritas baru.

Perlu dijaga

Kehilangan semangat karena tujuan terasa masih jauh.

Pitutur

Catat kemajuan kecil, hentikan cara yang tidak efektif, dan lanjutkan yang terbukti membantu.

14 Mandasiya Tengah Siklus · Hari ke-92–98 dalam siklus

Menggambarkan pengujian, kewaspadaan, dan perlunya mengendalikan emosi sebelum keputusan besar.

Kekuatan

Berani, sigap, dan mampu bertahan dalam keadaan yang menuntut.

Perlu dijaga

Tergesa-gesa, mudah tersulut, atau mengambil risiko tanpa perhitungan.

Pitutur

Tunda keputusan saat emosi tinggi dan minta pandangan kedua sebelum bertindak.

15 Julung Pujud Tengah Siklus · Hari ke-99–105 dalam siklus

Berkaitan dengan penghormatan, bakti, kesungguhan, dan kerendahan hati.

Kekuatan

Santun, bertanggung jawab, dan tekun menyelesaikan kewajiban.

Perlu dijaga

Terlalu tunduk hingga kebutuhan diri sendiri terabaikan.

Pitutur

Hormati orang lain tanpa kehilangan suara, batas, dan harga diri.

16 Pahang Tengah Siklus · Hari ke-106–112 dalam siklus

Masa menimbang hasil kerja, arah rezeki, dan hubungan yang mulai menunjukkan bentuknya.

Kekuatan

Praktis, tekun, dan pandai mengembangkan sesuatu yang sudah berjalan.

Perlu dijaga

Terlalu mengejar hasil sampai mengabaikan kesehatan atau hubungan.

Pitutur

Ukur keberhasilan tidak hanya dari hasil materi, tetapi juga dari keberlanjutan dan ketenangan.

17 Kuru Welut Tengah Siklus · Hari ke-113–119 dalam siklus

Simbol keluwesan dan kemampuan bergerak mengikuti keadaan tanpa kehilangan tujuan.

Kekuatan

Adaptif, diplomatis, cepat belajar, dan mampu keluar dari situasi rumit.

Perlu dijaga

Terlalu lentur hingga dianggap tidak memiliki pendirian.

Pitutur

Bedakan strategi yang fleksibel dari prinsip yang tidak boleh ditukar.

18 Marakeh Tengah Siklus · Hari ke-120–126 dalam siklus

Mengingatkan pentingnya komunikasi, janji, kerja sama, dan kedekatan yang dirawat.

Kekuatan

Mudah bekerja dalam tim, peduli, dan pandai membangun jaringan.

Perlu dijaga

Kesalahpahaman muncul ketika terlalu banyak asumsi dan terlalu sedikit penjelasan.

Pitutur

Sampaikan kebutuhan dengan jelas, periksa kesepahaman, dan jangan mengandalkan tebakan.

19 Tambir Tengah Menuju Akhir · Hari ke-127–133 dalam siklus

Masa menguatkan hasil, menutup celah, dan menyelesaikan pekerjaan dengan rapi.

Kekuatan

Disiplin, fokus pada penyelesaian, dan dapat diandalkan ketika tenggat mendekat.

Perlu dijaga

Perfeksionisme membuat pekerjaan sulit dianggap selesai.

Pitutur

Tentukan standar yang cukup baik, selesaikan, lalu perbaiki berdasarkan umpan balik nyata.

20 Medangkungan Tengah Menuju Akhir · Hari ke-134–140 dalam siklus

Mengajak menata beban, tanggung jawab, dan dukungan agar perjalanan tidak terasa terlalu berat.

Kekuatan

Tahan banting, setia pada tugas, dan siap melindungi orang terdekat.

Perlu dijaga

Memendam kelelahan dan merasa semua masalah harus diselesaikan sendiri.

Pitutur

Musyawarahkan beban, buat pembagian tugas, dan beristirahat sebelum tenaga habis.

21 Maktal Menuju Akhir Siklus · Hari ke-141–147 dalam siklus Wuku Saat Ini

Pengingat untuk mengurangi kesombongan dan menjaga sesuatu yang telah berhasil dibangun.

Kekuatan

Ambisi kuat, berani mengambil tanggung jawab besar, dan mampu mencapai target.

Perlu dijaga

Merasa paling benar atau meremehkan peran orang lain.

Pitutur

Akui kontribusi orang lain dan jadikan keberhasilan sebagai alasan untuk semakin rendah hati.

22 Wuye Menuju Akhir Siklus · Hari ke-148–154 dalam siklus

Berkaitan dengan perubahan suasana, arah, atau keyakinan yang menguji kestabilan batin.

Kekuatan

Peka, imajinatif, dan mampu memahami perubahan emosi.

Perlu dijaga

Mudah bimbang atau terpengaruh suasana luar.

Pitutur

Buat keputusan berdasarkan nilai dan data, bukan hanya perasaan sesaat.

23 Manahil Menuju Akhir Siklus · Hari ke-155–161 dalam siklus

Mengarah pada kedalaman rasa, kebijaksanaan, dan kemampuan melihat makna di balik pengalaman.

Kekuatan

Introspektif, tenang, dan baik dalam memahami persoalan yang rumit.

Perlu dijaga

Terlalu banyak berpikir hingga menarik diri atau sulit mengambil tindakan.

Pitutur

Berikan waktu untuk merenung, lalu ubah kesimpulan menjadi satu langkah nyata.

24 Prangbakat Menuju Akhir Siklus · Hari ke-162–168 dalam siklus

Gambaran keberanian menghadapi tantangan dengan tetap eling lan waspada.

Kekuatan

Berani, cepat bertindak, dan tidak mudah mundur ketika menghadapi hambatan.

Perlu dijaga

Konflik mudah membesar jika keberanian berubah menjadi sikap menyerang.

Pitutur

Pilih pertempuran yang memang penting dan gunakan ketegasan tanpa merendahkan.

25 Bala Akhir Siklus · Hari ke-169–175 dalam siklus

Pesan tentang kekuatan bersama, dukungan keluarga, gotong royong, dan persatuan.

Kekuatan

Solid, loyal, dan mampu menggerakkan orang menuju tujuan bersama.

Perlu dijaga

Tekanan kelompok dapat membuat keputusan pribadi menjadi tidak jernih.

Pitutur

Bangun kebersamaan yang sehat dengan ruang untuk berbeda pendapat.

26 Wugu Akhir Siklus · Hari ke-176–182 dalam siklus

Masa menata ulang, membersihkan rencana, dan melepaskan hal yang tidak lagi berguna.

Kekuatan

Mampu berbenah, belajar dari kesalahan, dan memulai ulang dengan lebih terarah.

Perlu dijaga

Sulit melepaskan kebiasaan lama karena sudah terasa nyaman.

Pitutur

Pilih satu hal yang perlu dihentikan dan satu kebiasaan baru yang akan menggantikannya.

27 Wayang Akhir Siklus · Hari ke-183–189 dalam siklus

Mengajak melihat hidup sebagai lakon dengan peran, pilihan, akibat, dan pitutur.

Kekuatan

Kreatif, komunikatif, mudah memahami karakter, dan mampu menyampaikan pesan.

Perlu dijaga

Terlalu sibuk memainkan peran hingga kebutuhan diri yang sebenarnya tersembunyi.

Pitutur

Bedakan tuntutan peran sosial dari nilai dan keinginan yang benar-benar penting.

28 Kulawu Akhir Siklus · Hari ke-190–196 dalam siklus

Nuansa pengendapan, ketenangan, dan pemulihan setelah perjalanan yang panjang.

Kekuatan

Tenang, sabar, mampu mendengarkan, dan tidak mudah bereaksi.

Perlu dijaga

Terlalu pasif atau menunggu keadaan berubah dengan sendirinya.

Pitutur

Pulihkan tenaga, tetapi tetapkan kapan harus kembali bergerak.

29 Dukut Menjelang Penutup · Hari ke-197–203 dalam siklus

Gambaran rerumputan yang dekat dengan bumi; pengingat akan kesederhanaan dan asal-usul.

Kekuatan

Rendah hati, tahan hidup dalam keadaan sederhana, dan dekat dengan kebutuhan nyata.

Perlu dijaga

Meremehkan kemampuan sendiri atau merasa tidak pantas berkembang.

Pitutur

Tetap membumi tanpa mengecilkan potensi dan kesempatan yang dimiliki.

30 Watu Gunung Penutup Siklus · Hari ke-204–210 dalam siklus

Penutup putaran Pawukon; waktu untuk mengambil hikmah, menyelesaikan urusan, dan bersiap memasuki Sinta.

Kekuatan

Mampu melihat perjalanan secara utuh, menyimpulkan pelajaran, dan menutup bab lama.

Perlu dijaga

Bertahan pada sesuatu yang sudah selesai atau takut memulai siklus baru.

Pitutur

Selesaikan yang tertunda, simpan pelajarannya, lalu buka ruang untuk permulaan berikutnya.

Pertanyaan Pengguna

Hal yang Sering Membuat Penasaran

Apakah Pawukon sama dengan kalender Jawa?

Pawukon merupakan salah satu siklus yang digunakan dalam pengetahuan kalender Jawa, tetapi kalender Jawa lebih luas karena juga memuat tanggal bulan Jawa, pasaran, weton, windu, pranata mangsa, dan unsur lainnya.

Apakah Wuku sama dengan weton?

Tidak. Weton adalah gabungan hari dan pasaran yang berulang 35 hari, sedangkan wuku adalah nama pekan dalam siklus 30 pekan yang berulang 210 hari.

Mengapa dua orang dapat memiliki wuku yang sama tetapi weton berbeda?

Satu wuku berlangsung tujuh hari. Selama tujuh hari itu, hari dan pasarannya terus berubah sehingga weton setiap tanggal dapat berbeda, sementara nama wukunya tetap sama.

Apakah wuku berubah setiap hari Minggu?

Dalam susunan Pawukon yang dipakai tool ini, satu wuku berjalan dari Minggu sampai Sabtu dan berganti pada awal Minggu berikutnya. Pilihan sesudah Maghrib dapat menggeser pembacaan ke hari Jawa berikutnya.

Apakah Pawukon sama dengan zodiak?

Tidak sama. Zodiak umumnya mengikuti posisi Matahari dan pembagian bulan kelahiran, sedangkan Pawukon memakai siklus 30 pekan atau 210 hari. Keduanya berasal dari sistem budaya dan perhitungan yang berbeda.

Apakah wuku menentukan watak dan nasib secara mutlak?

Tidak. Dalam tradisi, wuku dapat diberi simbol dan pitutur, tetapi tidak membuktikan nasib seseorang secara ilmiah. Kepribadian dan kehidupan dipengaruhi banyak faktor, termasuk lingkungan, pendidikan, pilihan, kesehatan, dan pengalaman.

Mengapa ejaan nama wuku di tempat lain bisa berbeda?

Perbedaan transliterasi dan tradisi daerah dapat menghasilkan variasi seperti Mandasiya/Medangsia, Wukir/Ukir, atau Watu Gunung/Watugunung. Selama urutan siklusnya jelas, variasi ejaan tidak selalu berarti perhitungannya berbeda.

Kapan wuku yang sama akan kembali?

Wuku yang sama kembali setiap 210 hari. Namun hari-pasaran atau wetonnya pada pengulangan tersebut tidak selalu dibaca sebagai informasi yang sama karena masing-masing siklus memiliki panjang berbeda.

Apakah tanggal masa depan dapat dicek?

Bisa. Siklus Pawukon berulang secara matematis, sehingga tool menerima tanggal sampai tahun 2100. Gunakan hasil sebagai informasi kalender budaya, bukan jaminan baik-buruk suatu rencana.

Kalender Jawa tidak hanya mengenal hari Senin sampai Minggu serta pasaran Legi sampai Kliwon. Di dalamnya juga terdapat weton, wuku, neptu, dan pawukon yang digunakan untuk memahami kedudukan suatu tanggal.

Istilah-istilah tersebut saling berhubungan, tetapi memiliki arti yang berbeda. Weton menunjukkan gabungan hari dan pasaran, sedangkan wuku menunjukkan nama minggu dalam siklus pawukon.

Alat Cek Weton, Wuku, dan Pawukon dapat membantu Anda mengetahui hari, pasaran, nama weton, nilai neptu, serta wuku berdasarkan tanggal yang dipilih.

Masukkan tanggal lahir atau tanggal yang ingin diperiksa pada alat di atas. Hasilnya dapat digunakan untuk mengetahui weton, pasaran, neptu, wuku, dan kedudukannya dalam pawukon.

Anda dapat memeriksa tanggal kelahiran, tanggal sebuah peristiwa, atau tanggal hari ini. Untuk melihat keterangan tanggal Jawa yang sedang berlangsung, buka juga kalender Jawa hari ini.

Perhitungan ini merupakan bagian dari pengetahuan dan tradisi budaya. Hasilnya sebaiknya digunakan untuk belajar serta sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai kepastian mengenai watak, jodoh, rezeki, atau masa depan seseorang.

Apa Itu Weton?

Weton adalah gabungan antara hari biasa dan pasaran Jawa pada suatu tanggal. Weton dapat digunakan untuk menyebut hari kelahiran seseorang maupun keadaan hari yang sedang berlangsung.

Dalam kalender sehari-hari terdapat tujuh nama hari:

  • Minggu
  • Senin
  • Selasa
  • Rabu
  • Kamis
  • Jumat
  • Sabtu

Sementara itu, pasaran Jawa terdiri atas lima nama:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Gabungan keduanya menghasilkan nama weton, misalnya:

  • Senin Legi
  • Selasa Pahing
  • Rabu Pon
  • Kamis Wage
  • Jumat Kliwon
  • Sabtu Legi
  • Minggu Pahing

Apabila seseorang lahir pada hari Jumat saat pasarannya Kliwon, wetonnya disebut Jumat Kliwon.

Weton kelahiran tidak berubah karena mengikuti hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Sementara itu, weton hari ini menunjukkan gabungan hari dan pasaran yang sedang berlangsung pada tanggal sekarang.

Weton Jawa tidak hanya digunakan dalam pembahasan ramalan. Dalam kehidupan masyarakat, weton juga dikenal untuk mengingat hari kelahiran, memperingati selapanan, menghitung neptu, dan menjalankan kebiasaan keluarga.

Penjelasan dasarnya dapat dibaca melalui apa itu weton.

Apa Itu Neptu Weton?

Neptu merupakan nilai angka yang dimiliki oleh setiap hari dan pasaran. Nilai hari dan pasaran dijumlahkan untuk mengetahui jumlah neptu sebuah weton.

Nilai neptu hari

HariNilai Neptu
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

Nilai neptu pasaran

PasaranNilai Neptu
Legi5
Pahing9
Pon7
Wage4
Kliwon8

Sebagai contoh, seseorang mempunyai weton Jumat Kliwon.

  • Neptu Jumat adalah 6.
  • Neptu Kliwon adalah 8.
  • Jumlah neptunya adalah 14.

Contoh lain adalah Rabu Legi.

  • Neptu Rabu adalah 7.
  • Neptu Legi adalah 5.
  • Jumlah neptunya adalah 12.

Neptu sering digunakan dalam berbagai perhitungan tradisional, termasuk penentuan hari baik dan kecocokan pasangan. Namun, cara membaca hasilnya dapat berbeda menurut keluarga, daerah, dan Javanesetime primbon weton yang digunakan.

Pelajari nilai serta cara menjumlahkannya melalui neptu weton.

Untuk perhitungan pasangan, Anda dapat membuka weton jodoh.

Wuku Itu Apa?

Banyak orang telah mengenal weton, tetapi masih bertanya, wuku itu apa?

Wuku adalah bagian minggu dalam sebuah putaran waktu yang disebut pawukon. Satu wuku berlangsung selama tujuh hari.

Setelah tujuh hari selesai, urutan berpindah ke wuku berikutnya. Dalam satu putaran lengkap terdapat 30 nama wuku.

Apabila seluruh 30 wuku telah dilewati, urutan akan kembali lagi ke wuku pertama. Karena setiap wuku berlangsung tujuh hari, satu putaran pawukon berlangsung selama 210 hari.

Wuku berbeda dengan weton.

Weton berasal dari gabungan hari dan pasaran. Sementara itu, wuku menunjukkan minggu tertentu dalam siklus pawukon.

Seseorang dapat mempunyai weton kelahiran sekaligus wuku kelahiran. Contohnya, seseorang dapat lahir pada weton Rabu Legi dan berada dalam salah satu wuku dari 30 urutan pawukon.

Penjelasan lebih khusus tersedia pada apa itu wuku.

Apa Itu Pawukon?

Pawukon merupakan sistem perhitungan waktu yang tersusun dari urutan wuku. Istilah pawukon berasal dari kata wuku karena bagian utama perhitungannya menggunakan 30 nama wuku.

Dalam satu putaran pawukon terdapat:

  • 30 wuku.
  • Setiap wuku berlangsung tujuh hari.
  • Satu putaran berlangsung 210 hari.
  • Setelah 210 hari, urutan kembali ke wuku pertama.

Apabila weton membantu mengenali gabungan hari dan pasaran, pawukon membantu mengenali kedudukan suatu tanggal dalam putaran 30 wuku.

Pawukon tidak sama dengan kalender Masehi yang membagi waktu berdasarkan bulan dan tahun. Pawukon merupakan siklus yang terus berulang setiap 210 hari.

Dalam tradisi Jawa, pawukon dapat digunakan untuk memahami waktu, mengenali wuku kelahiran, mengingat peringatan tertentu, dan menjalankan kebiasaan keluarga.

Pembahasan lebih lengkap dapat dibaca melalui pawukon Jawa.

Hubungan Weton, Wuku, Neptu, dan Pawukon

Satu tanggal dapat mempunyai beberapa keterangan sekaligus. Tanggal tersebut dapat mempunyai nama hari, pasaran, weton, neptu, dan wuku.

Berikut perbedaan sederhananya:

IstilahPengertian SederhanaContoh
WetonGabungan hari dan pasaranJumat Kliwon
WukuNama minggu dalam siklus pawukonWuku Sinta
PawukonPutaran lengkap yang terdiri atas 30 wukuSiklus 210 hari
NeptuNilai hari dan pasaranJumat 6 + Kliwon 8

Sebagai contoh, sebuah tanggal dapat mempunyai keterangan:

  • Hari Rabu.
  • Pasaran Legi.
  • Weton Rabu Legi.
  • Neptu berjumlah 12.
  • Berada pada salah satu wuku.
  • Menempati bagian tertentu dalam siklus pawukon.

Karena itu, istilah wuku weton sering digunakan ketika seseorang ingin mencari kedua informasi tersebut secara bersamaan.

Namun, wuku dan weton tidak boleh dianggap sebagai istilah yang sama. Keduanya mempunyai dasar perhitungan dan putaran yang berbeda.

Perbedaan Weton dan Wuku

Weton dan wuku dapat ditemukan pada tanggal yang sama, tetapi cara membentuknya berbeda.

Weton

Weton mempunyai ciri-ciri berikut:

  • Berasal dari gabungan tujuh hari dan lima pasaran.
  • Sering digunakan untuk menyebut hari kelahiran.
  • Mempunyai nilai neptu.
  • Gabungan hari dan pasaran berulang dalam siklus 35 hari.
  • Contohnya Jumat Kliwon atau Rabu Legi.

Wuku

Wuku mempunyai ciri-ciri berikut:

  • Merupakan nama minggu dalam siklus pawukon.
  • Satu wuku berlangsung tujuh hari.
  • Terdapat 30 nama wuku.
  • Satu putaran lengkap berlangsung 210 hari.
  • Contohnya Sinta, Landep, Tolu, atau Wayang.

Jadi, seseorang dapat lahir pada weton tertentu dan wuku tertentu secara bersamaan.

Untuk pembahasan yang lebih terarah, baca perbedaan weton dan wuku.

Daftar 30 Wuku dalam Pawukon Jawa

Berikut urutan 30 wuku dalam pawukon Jawa:

  1. Sinta
  2. Landep
  3. Wukir
  4. Kurantil
  5. Tolu
  6. Gumbreg
  7. Warigalit
  8. Warigagung
  9. Julungwangi
  10. Sungsang
  11. Galungan
  12. Kuningan
  13. Langkir
  14. Mandasiya
  15. Julungpujut
  16. Pahang
  17. Kuruwelut
  18. Marakeh
  19. Tambir
  20. Medangkungan
  21. Maktal
  22. Wuye
  23. Manahil
  24. Prangbakat
  25. Bala
  26. Wugu
  27. Wayang
  28. Kulawu
  29. Dukut
  30. Watugunung

Setiap wuku berlangsung selama tujuh hari. Setelah Watugunung selesai, putaran kembali dimulai dari Sinta.

Beberapa nama wuku dapat ditulis dengan ejaan yang sedikit berbeda menurut sumber atau daerah. Perbedaan penulisan tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari ragam tradisi.

Lihat penjelasan yang lebih lengkap melalui daftar 30 wuku dalam pawukon.

Arti Beberapa Wuku yang Sering Dicari

Arti dan penafsiran suatu wuku dapat berbeda menurut sumber, daerah, serta kebiasaan keluarga. Karena itu, penjelasan berikut sebaiknya dipahami sebagai gambaran budaya, bukan kepastian mengenai sifat atau nasib seseorang.

Wuku Sinta Artinya

Sinta merupakan wuku pertama dalam urutan pawukon. Setelah siklus Watugunung berakhir, putaran pawukon kembali dimulai dari wuku Sinta.

Dalam penafsiran budaya, Sinta sering dikaitkan dengan permulaan sebuah putaran. Namun, orang yang lahir pada wuku ini tidak dapat langsung dinilai hanya dari nama wukunya.

Penjelasan khusus dapat dibaca melalui wuku Sinta.

Wuku Landep Artinya

Landep merupakan wuku kedua dalam pawukon. Kata landep sering dihubungkan dengan makna tajam.

Dalam pembahasan budaya, ketajaman tersebut dapat dimaknai sebagai ketajaman pikiran, keteguhan, atau kehati-hatian. Makna ini tidak berarti setiap orang yang lahir pada wuku Landep pasti mempunyai sifat yang sama.

Baca pembahasan lanjutannya melalui wuku Landep.

Wuku Tolu Artinya

Tolu merupakan wuku kelima dalam urutan pawukon. Namanya menjadi bagian dari susunan 30 wuku yang terus berulang.

Penafsiran mengenai sifat atau keadaan orang yang lahir pada wuku Tolu dapat berbeda. Oleh karena itu, hasilnya perlu dibaca dengan hati-hati dan tidak dijadikan ukuran mutlak.

Pembahasan khusus tersedia pada wuku Tolu.

Wuku Gumbreg Artinya

Gumbreg merupakan wuku keenam dalam pawukon. Saat mencari wuku Gumbreg artinya, pembaca dapat menemukan beberapa penafsiran yang tidak selalu sama.

Perbedaan tersebut terjadi karena sumber dan kebiasaan yang digunakan dapat berbeda. Gunakan penjelasan wuku sebagai pengetahuan budaya dan bahan mengenal tradisi.

Baca selengkapnya melalui wuku Gumbreg.

Wuku Julungwangi

Wuku Julungwangi berada pada urutan kesembilan. Nama ini menjadi bagian dari putaran pawukon setelah Warigagung dan sebelum Sungsang.

Penafsiran mengenai Julungwangi sebaiknya tidak digunakan untuk menentukan seluruh watak seseorang. Kepribadian tetap dipengaruhi keluarga, pendidikan, pengalaman, dan pilihan hidup.

Lihat penjelasannya pada wuku Julungwangi.

Wuku Wayang Artinya

Wayang merupakan wuku ke-27 dalam urutan pawukon. Wuku ini mempunyai tempat khusus dalam beberapa cerita serta kebiasaan budaya.

Namun, jangan menganggap seseorang yang lahir pada wuku Wayang pasti akan mengalami keadaan tertentu. Makna tradisionalnya sebaiknya dibaca dengan pikiran terbuka.

Pembahasan lanjutannya dapat ditemukan pada wuku Wayang.

Cara Cek Weton, Wuku, dan Pawukon

Anda tidak harus menghafal seluruh urutan hari, pasaran, dan wuku untuk mengetahui hasil sebuah tanggal.

Gunakan alat yang tersedia dengan langkah berikut:

  1. Siapkan tanggal yang ingin diperiksa.
  2. Masukkan tanggal, bulan, dan tahun.
  3. Periksa kembali data agar tidak salah.
  4. Tekan tombol cek atau hitung.
  5. Baca hasil hari dan pasarannya.
  6. Lihat nama weton.
  7. Perhatikan jumlah neptunya.
  8. Lihat nama wuku yang sedang berlangsung.
  9. Baca urutan wuku dalam pawukon.
  10. Gunakan hasil untuk belajar dan mengenal tradisi.

Anda dapat memasukkan tanggal lahir untuk mengetahui weton serta wuku kelahiran. Anda juga dapat memasukkan tanggal lain untuk memeriksa weton dan wuku suatu peristiwa.

Apabila hanya ingin mengetahui weton kelahiran, gunakan cek weton online berdasarkan tanggal lahir.

Pastikan tanggal dimasukkan dengan benar. Kesalahan satu angka dapat menyebabkan hari, pasaran, atau wuku yang ditampilkan berbeda.

Cara Menghitung Pawukon Jawa

Cara menghitung pawukon Jawa secara manual memerlukan tanggal acuan yang kedudukan wukunya telah diketahui.

Setelah tanggal acuan tersedia, jumlah hari dapat dihitung maju atau mundur. Setiap tujuh hari berarti memasuki wuku berikutnya dalam urutan 30 wuku.

Perhitungan manual perlu memperhatikan:

  • Tanggal acuan.
  • Urutan 30 wuku.
  • Jumlah hari yang telah berlalu.
  • Kedudukan hari di dalam satu wuku.
  • Perulangan setelah 210 hari.

Sebagai gambaran, apabila sebuah tanggal diketahui berada pada awal wuku Sinta, tujuh hari berikutnya akan memasuki wuku Landep. Tujuh hari setelahnya berlanjut ke Wukir.

Urutan tersebut terus berjalan sampai Watugunung. Setelah itu, siklus kembali lagi ke Sinta.

Menghitungnya secara manual dapat terasa sulit, terutama apabila jarak tanggalnya panjang. Karena itu, alat cek dapat membantu pengguna mengetahui wuku tanpa harus menghitung seluruh hari satu per satu.

Hasil alat tetap perlu diperiksa dengan memastikan tanggal yang dimasukkan sudah benar.

Kalender Pawukon Jawa

Kalender pawukon Jawa membantu pembaca melihat kedudukan hari dalam siklus 210 hari.

Kalender tersebut dapat memuat:

  • Nama hari.
  • Nama pasaran.
  • Weton.
  • Nilai neptu.
  • Nama wuku.
  • Nomor urutan wuku.
  • Keterangan tanggal Jawa lainnya.

Bentuk kalender pawukon dapat berbeda. Ada yang dibuat sebagai tabel, kartu, papan, buku, maupun kalender cetak.

Berbeda dengan kalender Masehi yang mempunyai bulan Januari hingga Desember, kalender pawukon menampilkan putaran wuku yang terus berjalan.

Kalender semacam ini berguna bagi pelajar, keluarga, maupun masyarakat yang ingin memahami hubungan tanggal dengan wuku.

Pawukon Jawa dan Pawukon Bali

Pawukon dikenal dalam tradisi Jawa dan Bali. Keduanya sama-sama mengenal putaran yang terdiri atas 30 wuku dengan jumlah keseluruhan 210 hari.

Namun, penggunaan, istilah tambahan, serta pelaksanaan tradisinya dapat berbeda. Karena itu, pawukon Jawa dan kalender pawukon Bali tidak sebaiknya dicampurkan tanpa penjelasan.

Dalam tradisi Bali, pawukon digunakan untuk menentukan sejumlah peringatan dan kegiatan keagamaan. Ada hari suci berdasarkan pawukon yang datang kembali mengikuti putaran tertentu.

Dengan kata lain, beberapa hari suci ditentukan berdasarkan perhitungan pawukon yang datangnya setiap 210 hari. Meskipun demikian, tidak semua hari raya berdasarkan pawukon dalam tradisi Bali mempunyai penggunaan yang sama dalam tradisi Jawa.

Artikel ini tetap berfokus pada pengenalan weton, wuku, dan pawukon dalam kalender Jawa. Tradisi Bali perlu dipahami melalui pembahasan tersendiri agar tidak terjadi kekeliruan.

Weton Tertentu yang Sering Dicari

Beberapa istilah weton sering dicari oleh pembaca. Bagian berikut membantu menjelaskan bentuk penulisannya agar tidak tertukar antara hari, pasaran, dan weton.

Weton Pahing

Pahing merupakan salah satu dari lima pasaran Jawa. Pahing bukan nama weton yang berdiri sendiri.

Sebuah weton Pahing harus disertai nama hari, misalnya:

  • Senin Pahing
  • Selasa Pahing
  • Rabu Pahing
  • Kamis Pahing
  • Jumat Pahing
  • Sabtu Pahing
  • Minggu Pahing

Pembahasan khusus dapat dibaca melalui arti weton Pahing.

Weton Rabu Legi

Rabu Legi merupakan gabungan hari Rabu dan pasaran Legi.

Neptu Rabu adalah 7, sedangkan neptu Legi adalah 5. Jumlah neptu Rabu Legi adalah 12.

Baca penjelasan lengkapnya melalui weton Rabu Legi.

Weton Jumat Kliwon

Jumat Kliwon merupakan gabungan hari Jumat dan pasaran Kliwon.

Neptu Jumat adalah 6 dan neptu Kliwon adalah 8. Jumlah neptunya adalah 14.

Penjelasan khusus tersedia pada weton Jumat Kliwon.

Weton Pon Artinya

Pon merupakan nama pasaran, bukan weton lengkap. Weton Pon harus disertai nama hari, misalnya Minggu Pon, Senin Pon, atau Rabu Pon.

Setiap weton yang memakai pasaran Pon dapat mempunyai jumlah neptu berbeda karena nilai harinya tidak sama.

Baca lebih lanjut melalui arti pasaran Pon.

Weton Tulang Wangi

Weton Tulang Wangi merupakan istilah yang dikenal dalam sebagian pembahasan primbon populer. Daftar weton dan penafsirannya dapat berbeda menurut sumber yang digunakan.

Karena itu, jangan langsung mempercayai klaim bahwa seseorang dengan weton tertentu pasti mempunyai kemampuan khusus atau akan mengalami kejadian gaib.

Weton tidak dapat digunakan untuk menilai seluruh kepribadian dan kehidupan seseorang.

Pembaca yang ingin mengetahui pembahasannya secara khusus dapat membuka weton Tulang Wangi apa saja.

Hubungan Weton dengan Jodoh

Weton juga sering digunakan dalam perhitungan kecocokan pasangan. Biasanya, nilai neptu dari dua weton dijumlahkan, kemudian hasilnya dibaca menurut pedoman yang digunakan.

Cara menghitung serta nama hasilnya dapat berbeda menurut keluarga dan sumber primbon. Karena itu, satu perhitungan belum tentu memberikan penjelasan yang sama dengan perhitungan lainnya.

Hasil weton jodoh sebaiknya dipakai sebagai bahan pertimbangan budaya, bukan sebagai penentu mutlak sebuah hubungan.

Kehidupan rumah tangga tetap membutuhkan:

  • Komunikasi.
  • Kejujuran.
  • Kesetiaan.
  • Tanggung jawab.
  • Kesiapan mental.
  • Kesepakatan mengenai keuangan.
  • Kemampuan menyelesaikan masalah.
  • Hubungan baik dengan keluarga.

Gunakan cek weton jodoh untuk memperoleh gambaran awal. Pelajari juga cara menghitung weton jodoh agar memahami dasar perhitungannya.

Jangan membatalkan hubungan atau menyalahkan pasangan hanya berdasarkan hasil weton.

Pelestarian Pengetahuan Pawukon

Pengetahuan mengenai pawukon perlu dijaga agar tidak hilang dari kehidupan masyarakat.

Pelestarian dapat dilakukan melalui:

  • Pelajaran sekolah.
  • Naskah lama.
  • Kalender tradisional.
  • Papan pawukon.
  • Buku budaya.
  • Pameran.
  • Museum budaya.
  • Cerita dari orang tua dan sesepuh.
  • Latihan membaca tanggal Jawa.

Kehadiran museum pawukon atau ruang budaya yang membahas penanggalan tradisional dapat membantu masyarakat mengenal susunan hari, pasaran, wuku, dan pawukon.

Namun, pelestarian tidak selalu harus dilakukan di tempat khusus. Orang tua dapat mengenalkan weton kelahiran kepada anak, sedangkan guru dapat menjelaskan perbedaan weton dan wuku melalui contoh sederhana.

Alat cek yang mudah digunakan juga dapat membantu generasi muda memahami kalender Jawa tanpa harus langsung menghafal seluruh perhitungan.

Cara Menyikapi Hasil Weton dan Wuku

Hasil perhitungan weton serta wuku sebaiknya digunakan dengan bijaksana.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Gunakan hasil untuk mempelajari budaya.
  • Jangan merasa lebih tinggi karena mempunyai weton tertentu.
  • Jangan merendahkan orang berdasarkan wetonnya.
  • Jangan takut terhadap penafsiran yang dianggap kurang baik.
  • Jangan menentukan seluruh keputusan hidup hanya dari perhitungan.
  • Utamakan usaha, doa, keselamatan, kesehatan, dan musyawarah.
  • Hargai perbedaan kebiasaan setiap keluarga.
  • Jangan menyalahkan seseorang karena weton atau wuku kelahirannya.

“Becik ketitik, ala ketara. Manungsa prayoga tansah ngati-ati lan tumindak becik.”

Artinya:

“Kebaikan akan terlihat dan keburukan akan tampak. Manusia sebaiknya selalu berhati-hati dan berbuat baik.”

Wejangan tersebut mengingatkan bahwa nilai seseorang terlihat dari sikap dan tindakannya, bukan hanya dari weton kelahirannya.

“Sedaya petungan prayogi dipunginakaken minangka bahan tetimbangan, boten minangka pepesthen ingkang mutlak.”

Artinya:

“Semua perhitungan sebaiknya digunakan sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai ketetapan yang mutlak.”

Manfaat Mempelajari Weton, Wuku, dan Pawukon

Mempelajari weton, wuku, dan pawukon dapat memberikan beberapa manfaat.

Mengenal kalender Jawa

Pembaca dapat memahami bahwa kalender Jawa mempunyai susunan waktu yang lebih luas daripada hari dan tanggal biasa.

Mengetahui weton kelahiran

Weton membantu seseorang mengetahui gabungan hari dan pasaran saat dilahirkan.

Memahami hari dan pasaran

Pembaca dapat mengenal perbedaan antara hari biasa, pasaran, dan weton.

Mengenal 30 nama wuku

Urutan wuku membantu pembaca memahami siklus pawukon selama 210 hari.

Membantu tugas sekolah

Pelajar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengerjakan tugas mengenai kalender, budaya, dan tradisi Jawa.

Menjaga warisan budaya

Memahami pawukon merupakan salah satu cara menjaga pengetahuan tradisional agar tetap dikenal.

Mengenalkan budaya kepada generasi muda

Orang tua dan guru dapat menggunakan contoh tanggal lahir untuk menjelaskan weton serta wuku kepada anak-anak.

Melatih ketelitian

Membaca hari, pasaran, neptu, dan wuku membutuhkan ketelitian agar tidak tertukar.

Manfaat tersebut bukan berarti seseorang memperoleh kemampuan meramal masa depan. Tujuan utamanya adalah memahami pengetahuan waktu dan budaya yang diwariskan oleh masyarakat terdahulu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu weton?

Weton adalah gabungan hari biasa dan pasaran Jawa pada suatu tanggal.

Contohnya adalah Senin Legi, Rabu Pon, atau Jumat Kliwon.

Wuku itu apa?

Wuku adalah nama minggu dalam putaran pawukon. Satu wuku berlangsung selama tujuh hari.

Apa itu pawukon?

Pawukon adalah sistem perhitungan waktu yang terdiri atas 30 wuku. Satu putaran lengkap berlangsung selama 210 hari.

Apa perbedaan weton dan wuku?

Weton merupakan gabungan hari dan pasaran. Wuku merupakan nama minggu dalam siklus pawukon.

Berapa jumlah wuku dalam pawukon?

Terdapat 30 wuku dalam satu putaran pawukon.

Berapa lama satu wuku?

Satu wuku berlangsung selama tujuh hari.

Berapa lama satu putaran pawukon?

Satu putaran pawukon berlangsung selama 210 hari. Setelah itu, urutan kembali ke wuku Sinta.

Bagaimana cara cek weton dan wuku?

Masukkan tanggal, bulan, dan tahun pada alat yang tersedia. Hasilnya akan menunjukkan hari, pasaran, weton, neptu, serta wuku.

Apakah wuku kelahiran dapat berubah?

Wuku kelahiran tidak berubah karena mengikuti tanggal ketika seseorang dilahirkan.

Namun, wuku yang sedang berlangsung terus berganti setiap tujuh hari.

Apakah weton dan wuku menentukan watak?

Penafsiran watak berdasarkan weton dan wuku merupakan bagian dari tradisi. Hasilnya tidak boleh dianggap sebagai penilaian mutlak terhadap seseorang.

Apakah pawukon Jawa sama dengan pawukon Bali?

Keduanya sama-sama mengenal putaran 30 wuku. Namun, penggunaan, istilah, dan pelaksanaan tradisinya dapat berbeda.

Apakah weton dapat digunakan untuk menghitung jodoh?

Weton dan neptu dapat digunakan sebagai pertimbangan tradisional mengenai pasangan. Namun, kecocokan nyata tetap bergantung pada komunikasi, tanggung jawab, kesiapan, dan usaha kedua orang.

Apa yang dimaksud dengan weton hari ini?

Weton hari ini adalah gabungan hari biasa dan pasaran Jawa yang berlangsung pada tanggal hari ini.

Apakah satu tanggal mempunyai weton dan wuku sekaligus?

Ya. Satu tanggal dapat mempunyai hari, pasaran, weton, neptu, serta nama wuku secara bersamaan.

Apakah pasaran Pahing atau Pon sudah disebut weton?

Belum. Pahing dan Pon hanya merupakan nama pasaran.

Nama weton harus disertai hari, misalnya Senin Pahing atau Rabu Pon.

Kesimpulan

Cek Weton, Wuku, dan Pawukon membantu pengguna memahami kedudukan suatu tanggal dalam kalender Jawa.

Weton menunjukkan gabungan antara hari dan pasaran. Wuku menunjukkan nama minggu dalam siklus pawukon. Sementara itu, pawukon merupakan putaran lengkap yang terdiri atas 30 wuku dan berlangsung selama 210 hari.

Dengan memasukkan tanggal lahir atau tanggal tertentu, pengguna dapat mengetahui:

  • Hari.
  • Pasaran.
  • Weton.
  • Neptu.
  • Wuku.
  • Urutan dalam pawukon.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui weton kelahiran, mempelajari kalender Jawa, mengenal 30 wuku, dan memahami tradisi keluarga.

Namun, hasil perhitungan sebaiknya tidak digunakan sebagai kepastian mengenai watak, jodoh, rezeki, atau masa depan.

Gunakan weton, wuku, dan pawukon sebagai bahan belajar serta pertimbangan budaya. Tetap utamakan usaha, doa, keselamatan, kesehatan, dan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Mempelajari kalender Jawa merupakan salah satu cara menjaga pengetahuan budaya agar tetap dikenal oleh anak-anak dan generasi berikutnya.

Penilaian Pengunjung

Bagaimana pengalaman Anda menggunakan alat ini?

4.8 (95891 penilaian)

Jika berkenan, beri penilaian singkat sebagai tanda rawuh. Penilaian Anda membantu kami memperbaiki alat ini.

Pilih nilai bintang

Ketuk bintang untuk memberi nilai

0/250

Penilaian akan diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk dalam perhitungan.