Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir Online: Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon

Oleh: Diperbarui pada
Kalender Jawa · Siklus Lima Pasaran

Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir

Masukkan tanggal lahir untuk mengetahui pasaran Jawa, hari kelahiran, weton, dan nilai neptunya. Urutan pasaran Jawa adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, lalu Kliwon.

Format Indonesia: pilih Tanggal, Bulan, lalu Tahun.

Dalam sebagian tradisi Jawa, kelahiran sesudah Maghrib mengikuti hari Jawa berikutnya.

Banyak orang mengetahui tanggal dan hari kelahirannya, tetapi belum tentu mengetahui pasarannya. Ketika ditanya, “Lahirnya Senin apa?” sebagian orang mungkin hanya bisa menjawab hari Senin tanpa mengetahui apakah pasarannya Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.

Untuk mengetahuinya, Anda dapat menggunakan cek pasaran Jawa tanggal lahir. Cukup masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran. Hasil perhitungan akan membantu menunjukkan hari lahir, pasaran Jawa, weton, serta nilai neptu yang berkaitan dengan tanggal tersebut.

Pasaran merupakan siklus lima hari yang berjalan bersama dengan tujuh hari biasa. Pertemuan keduanya membentuk weton, seperti Senin Legi, Rabu Pon, Jumat Kliwon, atau Minggu Wage. Karena siklusnya berbeda, pasaran tidak dapat diketahui hanya dengan mengingat nama hari kelahiran.

Cara Menggunakan Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir

Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir
Foto ilustrasi: Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir

Anda tidak perlu membuka kalender lama atau menghitung urutan pasaran satu per satu. Ikuti langkah berikut:

  1. Pilih tanggal kelahiran.
  2. Pilih bulan kelahiran.
  3. Pilih tahun kelahiran.
  4. Tekan tombol Cek Pasaran Jawa.
  5. Tunggu hingga hasil perhitungan muncul.

Hasil yang ditampilkan dapat mencakup:

  • hari kelahiran;
  • pasaran Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon;
  • weton lengkap;
  • nilai neptu hari;
  • nilai neptu pasaran;
  • jumlah neptu weton;
  • tanggal Jawa atau keterangan penanggalan lain jika tersedia.

Alat perhitungan seperti ini memudahkan pembaca mendapatkan hasil tanpa harus mencocokkan tanggal Masehi dengan tabel pasaran secara manual. Beberapa kalkulator weton yang beredar juga menampilkan tanggal Jawa, tahun Jawa atau warsa, tanggal Hijriah, wuku, dan informasi pendukung lainnya.

Apa Itu Pasaran Jawa?

Pasaran Jawa adalah siklus lima hari yang terdiri dari:

  1. Legi
  2. Pahing
  3. Pon
  4. Wage
  5. Kliwon

Urutan tersebut terus berputar setiap lima hari. Setelah Kliwon, hitungannya kembali lagi ke Legi.

Pasaran berjalan berdampingan dengan siklus tujuh hari biasa, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Gabungan satu hari biasa dengan satu pasaran disebut weton.

Contohnya:

  • Senin bertemu Legi menjadi Senin Legi.
  • Selasa bertemu Pahing menjadi Selasa Pahing.
  • Rabu bertemu Pon menjadi Rabu Pon.
  • Jumat bertemu Kliwon menjadi Jumat Kliwon.
  • Minggu bertemu Wage menjadi Minggu Wage.

Gabungan siklus tujuh hari dan lima pasaran menghasilkan 35 kemungkinan weton. Setelah melewati 35 hari, susunan hari dan pasaran akan kembali berulang. Siklus ini sering disebut selapan atau selapanan dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Perbedaan Pasaran Jawa, Hari Lahir, Weton, dan Neptu

Empat istilah ini saling berkaitan, tetapi mempunyai arti yang berbeda.

IstilahPenjelasanContoh
Hari lahirHari tujuh harian yang umum digunakanSenin
Pasaran JawaSiklus lima hari dalam penanggalan JawaLegi
WetonGabungan hari lahir dan pasaranSenin Legi
NeptuNilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaranSenin 4 + Legi 5 = 9
Tanggal JawaTanggal dalam susunan kalender JawaMisalnya 1 Sura
WukuBagian dari siklus Pawukon yang terdiri dari 30 wukuSinta, Landep, Wukir, dan seterusnya

Jadi, pasaran bukanlah weton. Pasaran hanya salah satu bagian pembentuk weton.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Jumat dengan pasaran Kliwon mempunyai weton Jumat Kliwon. Nilai neptunya diperoleh dari neptu Jumat 6 ditambah neptu Kliwon 8, sehingga jumlahnya 14.

Pembahasan lebih luas tentang hubungan hari, pasaran, dan nilai angka dapat dipelajari melalui tabel neptu hari dan pasaran Jawa. Untuk mengetahui gabungan hari kelahiran secara langsung, Anda juga dapat menggunakan cek weton online berdasarkan tanggal lahir.

Urutan dan Nilai Neptu Pasaran Jawa

Urutan dan Nilai Neptu Pasaran Jawa
Foto ilustrasi: Urutan dan Nilai Neptu Pasaran Jawa

Setiap pasaran mempunyai nilai neptu yang digunakan dalam perhitungan weton.

Pasaran JawaNilai Neptu
Legi5
Pahing9
Pon7
Wage4
Kliwon8

Nilai tersebut tidak menunjukkan bahwa satu pasaran lebih baik atau lebih buruk daripada pasaran lain. Angka neptu merupakan bagian dari susunan perhitungan tradisional Jawa. Nilai pasaran kemudian dijumlahkan dengan nilai hari untuk mendapatkan jumlah neptu weton.

Tabel Neptu Hari Jawa

Selain pasaran, tujuh hari biasa juga mempunyai nilai neptu.

HariNilai Neptu
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

Rumus dasarnya adalah:

Neptu weton = nilai hari + nilai pasaran

Misalnya seseorang lahir pada Minggu Pahing:

  • Neptu Minggu: 5
  • Neptu Pahing: 9
  • Jumlah neptu: 5 + 9 = 14

Contoh lainnya adalah Jumat Kliwon:

  • Neptu Jumat: 6
  • Neptu Kliwon: 8
  • Jumlah neptu: 6 + 8 = 14

Walaupun jumlah neptunya sama, Minggu Pahing dan Jumat Kliwon tetap merupakan dua weton yang berbeda karena susunan hari dan pasarannya tidak sama. Nilai hari dan pasaran yang umum digunakan dapat ditemukan secara seragam pada beberapa rujukan perhitungan weton.

Mengenal Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon

Selain memiliki nilai neptu, kelima pasaran sering diberi gambaran simbolis dalam pembacaan budaya Jawa. Gambaran ini tidak seharusnya dijadikan cap tetap terhadap watak seseorang.

1. Pasaran Legi

Legi mempunyai nilai neptu 5.

Kata “legi” berhubungan dengan rasa manis. Dalam pembacaan budaya, pasaran ini sering dikaitkan dengan keramahan, keterbukaan, kelembutan, dan kemampuan menjaga hubungan dengan orang lain.

Namun, orang yang lahir pada pasaran Legi tidak selalu mempunyai sifat yang sama. Hari kelahiran, lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman, dan pilihan hidup tetap mempunyai pengaruh besar.

2. Pasaran Pahing

Pahing mempunyai nilai neptu 9, yaitu nilai terbesar di antara lima pasaran.

Dalam sebagian penafsiran budaya, Pahing dikaitkan dengan semangat, keberanian, kekuatan kemauan, dan dorongan untuk bergerak. Nilai neptu yang besar bukan berarti pasaran ini mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada pasaran lain.

Contohnya, Sabtu Pahing mempunyai jumlah neptu 18 karena Sabtu bernilai 9 dan Pahing bernilai 9.

3. Pasaran Pon

Pon mempunyai nilai neptu 7.

Pasaran Pon sering digambarkan sebagai simbol keseimbangan, pertimbangan, keteraturan, dan kemampuan menata sesuatu. Gambaran tersebut sebaiknya dibaca sebagai pengetahuan budaya, bukan penilaian mutlak terhadap seseorang.

Rabu Pon, misalnya, mempunyai jumlah neptu 14 karena Rabu bernilai 7 dan Pon bernilai 7.

4. Pasaran Wage

Wage mempunyai nilai neptu 4.

Dalam pembacaan tradisional, Wage sering dikaitkan dengan kesabaran, ketekunan, kesederhanaan, dan kemampuan bertahan menghadapi keadaan. Wage mempunyai nilai neptu paling kecil di antara pasaran, tetapi bukan berarti nilainya buruk.

Selasa Wage mempunyai jumlah neptu 7 karena Selasa bernilai 3 dan Wage bernilai 4.

5. Pasaran Kliwon

Kliwon mempunyai nilai neptu 8.

Pasaran Kliwon sering dibicarakan dengan kesan mistis. Padahal, Kliwon tidak harus dipahami sebagai pasaran yang menakutkan atau membawa pertanda buruk. Dalam pembacaan budaya yang lebih tenang, Kliwon dapat dikaitkan dengan kedalaman rasa, kepekaan, dan kemampuan memperhatikan suasana.

Jumat Kliwon mempunyai jumlah neptu 14 karena Jumat bernilai 6 dan Kliwon bernilai 8.

Cara Mengetahui Pasaran Jawa Secara Manual

Pasaran Jawa sebenarnya dapat dicari secara manual. Namun, Anda membutuhkan kalender Jawa, tabel perhitungan, atau tanggal pembanding yang sudah diketahui pasarannya.

Secara sederhana, langkahnya adalah:

  1. Siapkan tanggal lahir lengkap.
  2. Tentukan hari biasa pada tanggal tersebut.
  3. Cocokkan tanggal dengan kalender atau tabel pasaran.
  4. Temukan apakah pasarannya Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
  5. Gabungkan hari dan pasaran untuk mendapatkan weton.
  6. Jumlahkan nilai hari dan pasaran untuk mengetahui neptunya.

Sebagian buku primbon menggunakan tabel tahun, bulan, tanggal, hari, dan pasaran. Angka pada tabel dicocokkan secara bertahap sampai ditemukan hari serta pasarannya. Cara tersebut tetap dapat digunakan, tetapi memerlukan tabel yang sesuai dengan tahun kelahiran.

Untuk kebutuhan cepat, memakai cek hari pasaran Jawa online jauh lebih mudah. Sistem akan melakukan pencocokan tanggal secara otomatis dan menampilkan hasilnya dalam beberapa saat.

Contoh Cek Pasaran dari Tanggal Lahir

Misalnya seseorang lahir pada tanggal tertentu dan hasil alat menunjukkan:

  • Hari lahir: Minggu
  • Pasaran: Pahing
  • Weton: Minggu Pahing
  • Neptu hari: 5
  • Neptu pasaran: 9
  • Jumlah neptu: 14

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pasarannya adalah Pahing, sedangkan weton lengkapnya adalah Minggu Pahing.

Inilah alasan hasil cek tanggal lahir dan pasaran Jawa sebaiknya tidak hanya menampilkan kata “Pahing”. Pembaca juga perlu melihat nama hari, weton lengkap, dan nilai neptunya agar tidak tertukar.

Kelahiran Setelah Magrib Mengikuti Tanggal Mana?

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang lahir pada malam hari.

Dalam banyak kebiasaan masyarakat Jawa, pergantian hari dipahami berlangsung setelah matahari terbenam atau sekitar waktu Magrib. Karena itu, seseorang yang lahir pada malam hari mungkin dicatat memakai hitungan hari Jawa berikutnya, meskipun tanggal Masehinya belum berubah.

Sebagai contoh, seorang bayi lahir pada Jumat malam setelah Magrib. Dalam kalender umum, waktunya masih hari Jumat. Namun, menurut kebiasaan keluarga tertentu, kelahirannya mungkin sudah dihitung sebagai malam Sabtu.

Tidak semua keluarga atau daerah menggunakan batas waktu yang sama. Ada yang mengikuti Magrib, ada yang mengikuti catatan kalender keluarga, dan ada pula yang tetap mengikuti tanggal Masehi pada surat kelahiran.

Karena itu:

  • masukkan tanggal Masehi sesuai dokumen kelahiran untuk memperoleh hasil awal;
  • apabila lahir menjelang atau setelah Magrib, tanyakan kepada orang tua atau keluarga;
  • bandingkan dengan catatan weton keluarga jika masih tersimpan;
  • perhatikan keterangan waktu yang digunakan oleh alat perhitungan.

Beberapa kalkulator modern menyediakan pilihan kelahiran sebelum atau sesudah pukul tertentu agar hasil hari Jawa dapat disesuaikan. Namun, batas waktu tersebut merupakan aturan perhitungan yang dipilih oleh masing-masing layanan dan belum tentu sama dengan kebiasaan setiap keluarga.

Mengapa Hasil Cek Pasaran Bisa Berbeda?

Ada beberapa penyebab hasil perhitungan pada dua situs atau dua kalender tidak selalu sama.

1. Perbedaan waktu pergantian hari

Satu alat mungkin mengikuti pergantian tanggal pukul 00.00, sedangkan alat lain mengikuti pergantian hari Jawa setelah Magrib.

2. Jam lahir tidak dimasukkan

Untuk kelahiran siang hari biasanya tidak menjadi persoalan. Perbedaan lebih mudah muncul pada kelahiran sekitar waktu Magrib atau malam hari.

3. Kesalahan memasukkan tanggal

Tanggal, bulan, dan tahun yang tertukar dapat menghasilkan pasaran yang berbeda. Periksa kembali data sebelum menekan tombol perhitungan.

4. Perbedaan sumber kalender

Beberapa sistem memakai susunan kalender atau titik awal perhitungan yang berbeda. Pastikan alat menjelaskan cara hasil ditentukan.

5. Tanggal kelahiran hanya berdasarkan ingatan

Pada kelahiran zaman dahulu, tanggal pada dokumen terkadang dibuat setelah peristiwa kelahiran. Tanggal yang diingat keluarga dan tanggal yang tertulis di dokumen mungkin berbeda.

Apabila hasil alat berbeda dengan weton yang selama ini disebut oleh keluarga, jangan langsung menyimpulkan bahwa salah satunya pasti keliru. Periksa kembali tanggal, waktu lahir, dan kebiasaan pergantian hari yang digunakan.

Untuk Apa Pasaran Jawa Digunakan?

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, pasaran dapat digunakan untuk beberapa keperluan budaya.

Mengetahui weton kelahiran

Pasaran digabungkan dengan hari biasa untuk membentuk weton. Tanpa mengetahui pasaran, weton seseorang belum lengkap.

Menghitung neptu

Nilai pasaran dijumlahkan dengan nilai hari. Hasilnya disebut neptu weton.

Mengingat selapanan

Susunan hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari. Sebagian keluarga mengenalnya dalam peringatan selapanan bayi atau peringatan weton.

Membaca kalender Jawa

Pasaran membantu mengetahui apakah suatu tanggal jatuh pada Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon. Informasi yang lebih lengkap dapat dilihat melalui Kalender Jawa hari ini.

Perhitungan jodoh menurut tradisi

Pasaran ikut menentukan nilai neptu seseorang. Dalam tradisi tertentu, neptu dua orang dijumlahkan untuk membaca kecocokan pasangan. Hasil seperti ini sebaiknya dipahami sebagai nasihat budaya, bukan keputusan mutlak. Pembaca yang ingin mempelajarinya dapat melanjutkan ke cek jodoh weton Jawa.

Mencari hari untuk kegiatan keluarga

Sebagian masyarakat mempertimbangkan weton dan neptu ketika memilih waktu pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, atau menyelenggarakan acara keluarga. Primbon lama juga mengenal penggunaan weton untuk beberapa kebutuhan kehidupan dan pertanian.

Pasaran Jawa Bukan Penentu Nasib

Mengetahui pasaran lahir merupakan salah satu cara mengenal penanggalan dan tradisi Jawa. Namun, pasaran tidak dapat memastikan bahwa seseorang pasti kaya, miskin, beruntung, sial, cocok, atau tidak cocok.

Orang yang mempunyai pasaran sama dapat tumbuh dengan sifat dan kehidupan yang berbeda. Kepribadian serta perjalanan hidup juga dipengaruhi oleh keluarga, pendidikan, lingkungan, kesehatan, usaha, kesempatan, dan keputusan yang diambil.

Gunakan hasil cek pasaran sebagai pengetahuan budaya, pengingat keluarga, serta bahan untuk memahami weton. Jangan menggunakannya untuk menakuti, merendahkan, atau menghakimi orang lain.

“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”
Pengetahuan akan mempunyai arti apabila dijalani dengan sikap yang baik dan penuh tanggung jawab.

Pasaran dapat menjadi pangeling atau pengingat, tetapi usaha, doa, komunikasi, dan pertimbangan yang masuk akal tetap menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Pasaran

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Menyamakan pasaran dengan weton

Legi saja bukan weton lengkap. Weton harus memuat hari dan pasaran, misalnya Senin Legi.

Menganggap neptu sebagai nilai baik dan buruk

Neptu yang besar tidak selalu lebih baik. Neptu merupakan angka dalam susunan perhitungan tradisional.

Menganggap Kliwon selalu berhubungan dengan hal menakutkan

Kliwon adalah salah satu dari lima pasaran. Kedudukannya sama seperti Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Menentukan sifat hanya dari pasaran

Pasaran saja belum membentuk weton lengkap. Bahkan pembacaan weton pun tidak dapat menggantikan penilaian berdasarkan perilaku nyata seseorang.

Mengambil keputusan besar hanya dari hasil perhitungan

Pernikahan, kesehatan, pekerjaan, usaha, dan keuangan membutuhkan pertimbangan nyata. Hitungan tradisional tidak seharusnya menggantikan komunikasi keluarga, nasihat ahli, atau perencanaan yang matang.

Pertanyaan Umum tentang Cek Pasaran Jawa Tanggal Lahir

Apa itu pasaran Jawa?

Pasaran Jawa adalah siklus lima hari yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berjalan bersama dengan tujuh hari biasa.

Bagaimana cara cek pasaran Jawa berdasarkan tanggal lahir?

Masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pada alat cek pasaran. Sistem akan mencocokkan tanggal tersebut dengan siklus pasaran dan menampilkan hasilnya.

Apa perbedaan pasaran dan weton?

Pasaran adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon. Weton adalah gabungan hari dan pasaran, misalnya Senin Legi atau Jumat Kliwon.

Berapa jumlah pasaran Jawa?

Jumlah pasaran Jawa ada lima, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Apa urutan pasaran Jawa?

Urutannya adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, kemudian Kliwon. Setelah Kliwon, urutannya kembali ke Legi.

Berapa nilai neptu setiap pasaran?

Legi bernilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Apakah pasaran lahir sama dengan hari lahir?

Tidak. Hari lahir menggunakan siklus tujuh hari, sedangkan pasaran menggunakan siklus lima hari. Keduanya digabungkan menjadi weton.

Apakah nama diperlukan untuk mengecek pasaran?

Tidak. Untuk mengetahui hari dan pasaran kelahiran, data utama yang dibutuhkan adalah tanggal, bulan, dan tahun lahir. Nama biasanya hanya digunakan untuk memberi tanda pada hasil yang ingin disimpan.

Apakah jam lahir memengaruhi pasaran?

Jam lahir dapat berpengaruh apabila kelahiran terjadi sekitar atau setelah Magrib karena sebagian tradisi Jawa menganggap hari baru sudah dimulai. Kebiasaan setiap keluarga atau daerah dapat berbeda.

Bagaimana mengetahui pasaran hari ini?

Anda dapat melihatnya melalui cek pasaran Jawa hari ini atau kalender Jawa yang menampilkan hari, pasaran, weton, tanggal Jawa, dan informasi pendukung lainnya.

Apakah pasaran dapat menentukan jodoh?

Pasaran ikut membentuk neptu yang digunakan dalam sebagian hitungan jodoh Jawa. Namun, hasilnya merupakan bagian dari tradisi dan tidak dapat memastikan keberhasilan atau kegagalan hubungan.

Apakah pasaran Jawa menentukan nasib?

Tidak. Pasaran sebaiknya digunakan untuk mempelajari budaya dan penanggalan Jawa, bukan untuk memastikan nasib seseorang.

Kesimpulan

Cek pasaran Jawa tanggal lahir membantu Anda mengetahui apakah tanggal kelahiran jatuh pada Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon. Dari hasil tersebut, Anda juga dapat mengetahui weton lengkap dan menghitung jumlah neptunya.

Pasaran merupakan siklus lima hari, sedangkan weton adalah gabungan pasaran dengan tujuh hari biasa. Oleh karena itu, hasil yang lengkap sebaiknya menampilkan hari lahir, pasaran, weton, nilai hari, nilai pasaran, dan jumlah neptu.

Masukkan kembali tanggal kelahiran Anda pada alat di atas untuk mendapatkan hasilnya. Setelah pasarannya diketahui, lanjutkan membaca arti weton Jawa, neptu weton, atau Primbon 35 weton untuk memahami hubungan antara hari dan pasaran dalam tradisi Jawa.

Gunakan hasilnya dengan bijak sebagai pengetahuan budaya dan pengingat keluarga, bukan sebagai kepastian mengenai sifat, jodoh, rezeki, maupun masa depan.

Penilaian Pengunjung

Bagaimana pengalaman Anda menggunakan alat ini?

4.8 (87995 penilaian)

Jika berkenan, beri penilaian singkat sebagai tanda rawuh. Penilaian Anda membantu kami memperbaiki alat ini.

Pilih nilai bintang

Ketuk bintang untuk memberi nilai

0/250

Penilaian akan diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk dalam perhitungan.