Perbedaan Weton, Pasaran, dan Neptu
Foto ilustrasi Perbedaan Weton, Pasaran, dan Neptu

Perbedaan Weton, Pasaran, dan Neptu yang Perlu Dipahami

Diposting pada

Banyak orang pernah mendengar istilah weton, pasaran, dan neptu dalam percakapan keluarga. Ketiganya sering disebut ketika membahas hari kelahiran, selapanan, pernikahan, kecocokan pasangan, atau petungan Jawa.

Meskipun saling berhubungan, weton, pasaran, dan neptu bukanlah hal yang sama. Ada orang yang menyebut Kliwon sebagai weton, padahal Kliwon baru merupakan nama pasaran. Ada pula yang mengatakan wetonnya 14, padahal angka tersebut adalah jumlah neptu.

Memahami perbedaan weton, pasaran, dan neptu akan membantu kita membaca kalender Jawa dan hasil perhitungan dengan lebih tepat. Penjelasannya sebenarnya cukup sederhana apabila setiap istilah dipelajari satu per satu.

Mengapa Weton, Pasaran, dan Neptu Sering Tertukar?

Weton, pasaran, dan neptu sering tertukar karena ketiganya biasanya muncul dalam satu pembicaraan. Ketika seseorang menanyakan weton kelahiran, pembahasannya dapat langsung berlanjut ke nama pasaran dan jumlah neptu.

Sebagai contoh, seseorang lahir pada Jumat Kliwon dengan jumlah neptu 14. Dalam satu kalimat tersebut terdapat hari, pasaran, weton, dan neptu sekaligus.

Hal inilah yang membuat sebagian orang menganggap semua istilah tersebut mempunyai arti yang sama. Beberapa kekeliruan yang sering terdengar antara lain:

  • Menyebut angka 13 sebagai nama weton.
  • Menganggap Kliwon sebagai weton lengkap.
  • Menganggap Jumat Kliwon sebagai nama pasaran.
  • Menyebut neptu sebagai hari kelahiran.

Kekeliruan tersebut wajar terjadi, terutama bagi orang yang baru mempelajari penanggalan Jawa. Agar mudah dipahami, kita dapat memisahkan arti setiap istilah terlebih dahulu.

Weton, Pasaran, dan Neptu

Apa Itu Weton?

Weton adalah gabungan antara hari dalam satu pekan dan pasaran Jawa. Hari yang dimaksud adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Sementara itu, pasaran Jawa terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Pertemuan antara satu nama hari dan satu nama pasaran menghasilkan sebuah weton.

Contoh weton antara lain:

  • Senin Legi
  • Rabu Pon
  • Jumat Kliwon
  • Minggu Wage
  • Kamis Pahing

Dalam sebutan Jumat Kliwon, kata “Jumat” menunjukkan hari biasa. Kata “Kliwon” menunjukkan pasaran Jawa. Gabungan keduanya, yaitu Jumat Kliwon, disebut weton.

Karena itu, Jumat saja belum disebut weton lengkap. Kliwon saja juga belum disebut weton lengkap. Pembaca yang ingin mempelajari pengertiannya secara lebih luas dapat membaca pembahasan apa itu weton Jawa.

Apa Itu Pasaran Jawa?

Pasaran Jawa adalah siklus lima hari yang digunakan dalam penanggalan Jawa. Urutan pasaran tersebut adalah:

  1. Legi
  2. Pahing
  3. Pon
  4. Wage
  5. Kliwon

Setelah Kliwon, urutannya kembali lagi ke Legi. Siklus pasaran berjalan terus bersamaan dengan tujuh hari yang digunakan dalam kalender sehari-hari.

Hari Senin, misalnya, dapat bertemu dengan pasaran yang berbeda pada setiap siklus. Ada Senin Legi, Senin Pahing, Senin Pon, Senin Wage, dan Senin Kliwon.

Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon belum disebut weton lengkap apabila tidak disertai nama hari. Pasaran hanya menunjukkan salah satu unsur pembentuk weton.

Sebagai contoh:

  • Kliwon adalah pasaran.
  • Jumat adalah hari.
  • Jumat Kliwon adalah weton.

Susunan lengkap dan cara pergantiannya dapat dipelajari melalui artikel urutan pasaran Jawa.

Apa Itu Neptu?

Neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada setiap hari dan pasaran dalam perhitungan tradisional Jawa. Setiap hari mempunyai nilai neptu, begitu pula setiap pasaran.

Nilai hari dan nilai pasaran kemudian dijumlahkan. Hasil penjumlahan tersebut disebut jumlah neptu weton.

Neptu bukan nama hari. Neptu juga bukan nama pasaran atau nama weton. Neptu hanya berupa nilai angka yang digunakan dalam petungan Jawa.

Sebagai gambaran sederhana, Jumat mempunyai nilai 6 dan Kliwon mempunyai nilai 8. Jika keduanya dijumlahkan, weton Jumat Kliwon mempunyai jumlah neptu 14.

Tabel Nilai Neptu Hari

Setiap hari dalam sepekan mempunyai nilai neptu yang berbeda. Nilai tersebut tetap digunakan ketika hari bertemu dengan pasaran apa pun.

HariNilai Neptu
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

Sebagai contoh, nilai neptu hari Senin selalu 4. Baik pada Senin Legi, Senin Pon, maupun Senin Kliwon, nilai harinya tetap 4.

Yang berubah adalah nilai pasarannya. Oleh karena itu, jumlah neptu weton Senin Legi akan berbeda dari Senin Kliwon.

Tabel Nilai Neptu Pasaran

Lima pasaran Jawa juga mempunyai nilai neptu masing-masing. Nilai pasaran kemudian dijumlahkan dengan nilai hari.

PasaranNilai Neptu
Legi5
Pahing9
Pon7
Wage4
Kliwon8

Sebagai contoh, pasaran Legi mempunyai nilai 5. Jika Legi bertemu dengan hari Senin yang bernilai 4, jumlah neptunya menjadi 9.

Jika Legi bertemu dengan hari Sabtu yang bernilai 9, jumlah neptunya menjadi 14. Dengan demikian, pasaran yang sama dapat menghasilkan jumlah neptu berbeda karena bertemu dengan hari yang berbeda.

Daftar yang lebih lengkap dapat dilihat dalam pembahasan tabel neptu hari dan pasaran.

Contoh Hubungan Weton, Pasaran, dan Neptu

Agar perbedaannya semakin jelas, kita dapat menggunakan contoh seseorang yang lahir pada Jumat Kliwon.

Keterangannya adalah sebagai berikut:

  • Hari kelahiran: Jumat
  • Pasaran: Kliwon
  • Weton: Jumat Kliwon
  • Neptu Jumat: 6
  • Neptu Kliwon: 8
  • Jumlah neptu weton: 14

Perhitungannya:

6 + 8 = 14

Dari contoh tersebut, Jumat bukanlah weton lengkap karena baru menunjukkan nama hari. Kliwon juga bukan weton lengkap karena hanya menunjukkan nama pasaran.

Jumat Kliwon adalah nama weton, sedangkan angka 14 merupakan jumlah neptu wetonnya. Jadi, kurang tepat apabila seseorang mengatakan, “Weton saya 14.”

Orang yang belum mengetahui hari dan pasarannya dapat menggunakan halaman untuk mengetahui weton dan jumlah neptu berdasarkan tanggal lahir.

Tabel Perbedaan Weton, Pasaran, dan Neptu

Tabel berikut dapat membantu membedakan setiap istilah dengan lebih mudah.

IstilahPengertianContoh
HariSalah satu dari tujuh hari dalam sepekanJumat
PasaranSalah satu dari lima pasaran JawaKliwon
WetonGabungan antara hari dan pasaranJumat Kliwon
NeptuNilai angka dari hari atau pasaranJumat 6, Kliwon 8
Jumlah neptuHasil penjumlahan nilai hari dan pasaran14

Cara paling mudah memahaminya adalah dengan melihat urutannya. Hari bertemu dengan pasaran dan membentuk weton. Hari dan pasaran tersebut masing-masing mempunyai nilai yang disebut neptu.

Ketika nilai hari dan pasaran dijumlahkan, hasilnya disebut jumlah neptu weton. Nama weton tetap berupa kata, sedangkan jumlah neptu berupa angka.

Hubungan Hari, Pasaran, Weton, dan Neptu

Hari, pasaran, weton, dan neptu mempunyai hubungan yang berurutan. Hubungannya dapat dijelaskan melalui langkah berikut:

  1. Seseorang mempunyai tanggal lahir.
  2. Tanggal tersebut jatuh pada salah satu nama hari.
  3. Tanggal tersebut juga mempunyai pasaran Jawa.
  4. Gabungan nama hari dan pasaran disebut weton.
  5. Hari dan pasarannya mempunyai nilai neptu.
  6. Kedua nilai dijumlahkan menjadi jumlah neptu weton.

Sebagai contoh, seorang anak lahir pada tanggal tertentu yang bertepatan dengan hari Senin dan pasaran Legi. Nama wetonnya adalah Senin Legi.

Nilai Senin adalah 4, sedangkan nilai Legi adalah 5. Jumlah neptu weton Senin Legi adalah:

4 + 5 = 9

Dengan demikian, tanggal lahir digunakan untuk mencari hari dan pasaran. Hari dan pasaran membentuk nama weton, sedangkan neptu digunakan untuk menghitung nilainya.

Mengapa Jumlah Weton Ada 35?

Jumlah kemungkinan weton Jawa ada 35. Angka tersebut berasal dari pertemuan tujuh nama hari dengan lima nama pasaran.

Perhitungannya adalah:

7 × 5 = 35

Tujuh hari terdiri dari Minggu sampai Sabtu. Lima pasaran terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Setiap hari dapat bertemu dengan seluruh nama pasaran. Senin, misalnya, dapat menjadi Senin Legi, Senin Pahing, Senin Pon, Senin Wage, atau Senin Kliwon.

Setelah 35 hari, pertemuan hari dan pasaran yang sama akan kembali. Siklus ini dikenal sebagai selapan, sedangkan peringatan yang dilakukan menurut siklus tersebut sering disebut selapanan.

Pembahasan lebih lanjut dapat ditemukan dalam artikel siklus 35 hari dalam weton Jawa.

Apakah Weton yang Sama Selalu Memiliki Neptu yang Sama?

Weton yang sama selalu mempunyai jumlah neptu yang sama. Hal ini terjadi karena nilai hari dan pasarannya tidak berubah.

Sebagai contoh, Jumat selalu mempunyai nilai 6 dan Kliwon selalu mempunyai nilai 8. Oleh karena itu, Jumat Kliwon selalu mempunyai jumlah neptu:

6 + 8 = 14

Walaupun jumlah neptunya sama, orang-orang yang lahir pada Jumat Kliwon tidak otomatis mempunyai sifat dan jalan hidup yang sama.

Setiap orang tumbuh dalam keluarga, lingkungan, pendidikan, dan pengalaman yang berbeda. Pilihan hidup, kebiasaan, usaha, dan tanggung jawab masing-masing orang juga tidak sama.

Bisakah Weton Berbeda tetapi Jumlah Neptunya Sama?

Weton yang berbeda dapat mempunyai jumlah neptu yang sama. Hal ini terjadi karena beberapa gabungan nilai hari dan pasaran menghasilkan angka yang sama.

Contohnya adalah Senin Kliwon:

  • Neptu Senin: 4
  • Neptu Kliwon: 8
  • Jumlah neptu: 12

Contoh lainnya adalah Selasa Pahing:

  • Neptu Selasa: 3
  • Neptu Pahing: 9
  • Jumlah neptu: 12

Senin Kliwon dan Selasa Pahing merupakan dua weton yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama mempunyai jumlah neptu 12.

Hal ini menunjukkan bahwa nama weton tidak sama dengan jumlah neptu. Weton menunjukkan gabungan hari dan pasaran, sedangkan jumlah neptu hanya menunjukkan hasil penjumlahan nilainya.

Cara Mengetahui Weton dan Neptu dari Tanggal Lahir

Weton dan jumlah neptu dapat diketahui dengan dua cara. Cara pertama adalah mencarinya melalui kalender atau penanggalan Jawa.

Pembaca perlu mencocokkan tanggal lahir dengan nama hari dan pasaran yang berlaku pada tanggal tersebut. Setelah hari dan pasaran ditemukan, nilai neptunya dapat dilihat pada tabel lalu dijumlahkan.

Cara kedua adalah menggunakan alat pengecekan berdasarkan tanggal lahir. Cara ini lebih mudah bagi pembaca yang belum memahami siklus hari dan pasaran.

Untuk mendapatkan hasil langsung, gunakan cek weton berdasarkan tanggal lahir dengan langkah berikut:

  1. Masukkan tanggal lahir dengan benar.
  2. Jalankan pengecekan.
  3. Lihat nama hari dan pasarannya.
  4. Periksa nama weton yang ditampilkan.
  5. Lihat jumlah neptunya.

Periksa kembali tanggal, bulan, dan tahun kelahiran sebelum melakukan pengecekan. Kesalahan satu angka saja dapat menghasilkan hari dan pasaran yang berbeda.

Pembaca yang ingin memahami cara manualnya dapat membaca artikel cara menghitung weton Jawa.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menyebut Pasaran sebagai Weton

Sebagian orang mengatakan, “Weton saya Kliwon.” Sebutan tersebut belum lengkap karena Kliwon merupakan nama pasaran.

Weton lengkap harus menyebutkan hari dan pasarannya. Contohnya adalah Jumat Kliwon, Selasa Kliwon, atau Minggu Kliwon.

Menyebut Jumlah Neptu sebagai Nama Weton

Ada pula yang mengatakan, “Weton saya 14.” Angka 14 bukan nama weton, melainkan jumlah neptu.

Nama weton dapat berupa Jumat Kliwon, Sabtu Legi, atau gabungan hari dan pasaran lainnya. Beberapa weton berbeda bahkan dapat mempunyai jumlah neptu yang sama.

Menjumlahkan Nilai yang Salah

Setiap hari dan pasaran mempunyai nilai berbeda. Kesalahan melihat tabel dapat membuat hasil jumlah neptu menjadi keliru.

Sebagai contoh, nilai Jumat adalah 6, bukan 5. Nilai Kliwon adalah 8, bukan 9. Karena itu, Jumat Kliwon mempunyai jumlah neptu 14.

Tertukar antara Tanggal Lahir dan Weton

Tanggal lahir ditulis dalam bentuk tanggal, bulan, dan tahun. Contohnya adalah 10 Juli 2000.

Weton ditulis dalam bentuk gabungan hari dan pasaran. Contohnya adalah Senin Legi. Tanggal lahir digunakan sebagai dasar untuk menemukan weton.

Menganggap Semua Sumber Primbon Memberikan Tafsir Sama

Nilai neptu hari dan pasaran umumnya digunakan secara tetap. Namun, penafsiran hasil petungan dapat berbeda antara satu keluarga, daerah, atau sumber primbon dengan sumber lainnya.

Perbedaan tersebut dapat terjadi karena adanya kebiasaan dan cara membaca petungan yang tidak sama. Karena itu, pembaca sebaiknya memeriksa penjelasan dari sumber yang digunakan.

Penggunaan Weton dan Neptu dalam Tradisi Jawa

Weton dan neptu digunakan dalam beberapa kebiasaan masyarakat Jawa. Penggunaannya dapat berbeda pada setiap keluarga dan daerah.

Beberapa penggunaan yang umum dikenal antara lain:

  • Mengenali hari kelahiran.
  • Memperingati selapanan.
  • Menghitung kecocokan pasangan.
  • Mempertimbangkan hari pernikahan.
  • Memilih waktu untuk kegiatan tertentu.
  • Membaca penjelasan tradisional dalam primbon.

Nama weton menunjukkan gabungan hari dan pasaran seseorang. Sementara itu, jumlah neptu biasanya digunakan ketika melakukan perhitungan atau petungan.

Dalam pembahasan pasangan, misalnya, neptu dari dua orang dapat dijumlahkan atau dihitung menurut tata cara tertentu. Penjelasannya dapat dipelajari melalui artikel cara menghitung weton jodoh.

Sementara itu, pembaca yang ingin memahami penafsiran tradisionalnya dapat membaca primbon weton Jawa. Hasil petungan sebaiknya tetap dipahami sebagai bahan pertimbangan, bukan keputusan mutlak.

Apakah Neptu Menentukan Nasib?

Dalam tradisi Jawa, neptu digunakan sebagai bagian dari petungan. Nilainya dapat dipakai untuk membaca gambaran tradisional mengenai pasangan, hari baik, atau kegiatan tertentu.

Namun, neptu tidak harus dianggap sebagai penentu mutlak kehidupan seseorang. Jumlah neptu yang sama tidak berarti semua orang akan mempunyai watak, rezeki, pekerjaan, kesehatan, atau masa depan yang sama.

Terdapat wejangan Jawa:

“Sapa temen bakal tinemu.”

Artinya, siapa yang bersungguh-sungguh akan menemukan jalan atau memperoleh hasil dari usahanya.

Wejangan tersebut mengingatkan bahwa usaha dan kesungguhan tetap mempunyai peran penting. Tanggung jawab, sikap, komunikasi, dan keputusan seseorang juga ikut membentuk perjalanan hidupnya.

Weton dan neptu dapat dihormati sebagai bagian dari tradisi. Namun, keduanya sebaiknya tidak digunakan untuk memberi cap buruk atau menilai seseorang hanya berdasarkan hari kelahirannya.

Cara Mudah Mengingat Perbedaannya

Perbedaan weton, pasaran, dan neptu dapat diingat dengan rumus sederhana berikut:

  • Hari: nama hari biasa, seperti Jumat.
  • Pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
  • Weton: hari ditambah pasaran.
  • Neptu: nilai angka dari hari dan pasaran.
  • Jumlah neptu: nilai hari ditambah nilai pasaran.

Contoh ringkasnya:

Jumat + Kliwon = weton Jumat Kliwon. Nilai 6 + 8 = jumlah neptu 14.

Dengan rumus tersebut, pembaca tidak perlu menghafal penjelasan yang panjang. Cukup ingat bahwa weton berupa nama gabungan, sedangkan neptu berupa nilai angka.

Terdapat ungkapan Jawa:

“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”

Artinya, pengetahuan akan lebih mudah dipahami jika dipelajari dan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dalam mempelajari weton, pembaca tidak hanya perlu menghafal hasilnya. Memahami hubungan antara hari, pasaran, dan nilai neptu akan membuat perhitungannya lebih mudah dimengerti.

Cara Menyikapi Petungan dengan Bijaksana

Memahami istilah dasar membantu pembaca agar tidak salah ketika membaca hasil petungan. Weton dan neptu dapat dipelajari sebagai bagian dari kebudayaan dan pengetahuan keluarga.

Petungan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan tradisi. Namun, keputusan penting tetap perlu melihat keadaan nyata.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Kesiapan diri.
  • Keadaan kesehatan.
  • Kemampuan dan keadaan keuangan.
  • Tanggung jawab.
  • Komunikasi.
  • Musyawarah keluarga.
  • Nasihat dari orang yang dipercaya.

Dalam urusan pernikahan, misalnya, kecocokan neptu bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Sikap saling menghormati, keterbukaan, kesiapan menjalani rumah tangga, dan tanggung jawab juga sangat penting.

Menghormati tradisi tidak berarti harus menjadikan petungan sebagai satu-satunya penentu. Tradisi dapat dijaga sambil tetap menggunakan pertimbangan yang masuk akal.

Kesimpulan

Pasaran adalah siklus lima hari dalam penanggalan Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Weton merupakan gabungan antara hari biasa dan pasaran, sedangkan neptu adalah nilai angka yang dimiliki oleh hari dan pasaran.

Jumlah neptu weton diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan nilai pasarannya. Sebagai contoh, Jumat Kliwon mempunyai nilai 6 dan 8 sehingga jumlah neptunya adalah 14.

Memahami perbedaan tersebut membantu pembaca membaca kalender Jawa dan hasil petungan dengan benar. Bagi pembaca yang belum mengetahui hari dan pasarannya, halaman cek hari dan pasaran kelahiran dapat digunakan dengan memasukkan tanggal lahir secara tepat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan weton dan pasaran?

Pasaran adalah salah satu unsur dalam penanggalan Jawa, seperti Legi atau Kliwon. Weton adalah gabungan antara nama hari dan pasaran, seperti Jumat Kliwon.

Apa perbedaan weton dan neptu?

Weton berupa nama gabungan hari dan pasaran. Neptu adalah nilai angka yang dimiliki hari dan pasaran tersebut.

Apakah Kliwon termasuk weton?

Kliwon adalah nama pasaran, bukan weton lengkap. Agar menjadi weton, Kliwon harus disertai nama hari, misalnya Jumat Kliwon.

Apakah angka 14 merupakan nama weton?

Bukan. Angka 14 merupakan jumlah neptu. Nama wetonnya dapat berupa Jumat Kliwon, Sabtu Legi, atau weton lain yang mempunyai jumlah neptu sama.

Bagaimana cara menghitung jumlah neptu?

Lihat nilai hari dan nilai pasarannya, lalu jumlahkan keduanya. Contohnya, Jumat bernilai 6 dan Kliwon bernilai 8 sehingga jumlah neptunya 14.

Apakah weton yang sama mempunyai neptu yang sama?

Ya. Weton yang sama selalu mempunyai jumlah neptu yang sama karena nilai hari dan pasarannya tetap.

Bisakah dua weton berbeda mempunyai jumlah neptu sama?

Bisa. Contohnya, Senin Kliwon dan Selasa Pahing sama-sama mempunyai jumlah neptu 12, meskipun nama wetonnya berbeda.

Bagaimana cara mengetahui weton dari tanggal lahir?

Weton dapat diketahui dengan mencocokkan tanggal lahir pada kalender Jawa atau menggunakan alat pengecekan berdasarkan tanggal lahir. Pastikan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran dimasukkan dengan benar.

Ditulis oleh Diterbitkan Diperbarui

Tentang Penulis

Ratih Purwasari Jatmiko

Penulis Weton, Pasaran, dan Neptu Jawa

Ratih Purwasari Jatmiko adalah penulis di Javanesetime.org yang membahas weton, pasaran, neptu, kecocokan weton, dan primbon sebagai bagian dari pengetahuan budaya Jawa. Ia mempelajari topik tersebut melalui buku, sumber perpustakaan, dokumentasi budaya, dan perbandingan beberapa rujukan. Tulisannya bertujuan membantu pembaca memahami tradisi Jawa dengan bahasa yang jelas tanpa menjadikannya sebagai kepastian mengenai karakter, rezeki, hubungan, atau masa depan.

Bidang: Weton Jawa, pasaran Jawa, neptu hari dan pasaran, daftar 35 weton, cara menghitung weton, kecocokan weton, primbon Jawa, serta tradisi perhitungan hari dalam masyarakat Jawa.

Gambar Gravatar
Menulis tentang weton, pasaran, neptu, kecocokan, dan primbon sebagai bagian dari pengetahuan budaya Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *