Pernahkah Anda mendengar seseorang bertanya, “Wetone apa?” Pertanyaan seperti ini masih sering terdengar dalam keluarga dan masyarakat Jawa, terutama ketika membicarakan hari kelahiran, pernikahan, selapanan, atau tradisi keluarga.
Sebagian orang sudah mengetahui wetonnya sejak kecil karena diberi tahu oleh orang tua atau kakek dan nenek. Namun, tidak sedikit pula yang hanya mengetahui tanggal lahir tanpa mengetahui hari pasaran Jawa saat dirinya dilahirkan.
Lantas, apa itu weton Jawa? Secara sederhana, weton berkaitan dengan gabungan hari dalam satu pekan dan pasaran dalam penanggalan Jawa. Dari gabungan tersebut, masyarakat Jawa mengenal nama weton seperti Senin Legi, Jumat Kliwon, Kamis Wage, dan sebagainya.
Artikel ini membahas pengertian weton, unsur pembentuknya, neptu, fungsi weton dalam tradisi Jawa, serta cara mengetahui weton berdasarkan tanggal lahir.
Apa Itu Weton Jawa?
Weton adalah gabungan antara hari dalam satu pekan dan hari pasaran Jawa. Hari dalam satu pekan terdiri dari Minggu sampai Sabtu, sedangkan pasaran Jawa terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Sebagai contoh, seseorang dapat mempunyai weton:
- Senin Legi
- Selasa Pon
- Kamis Wage
- Jumat Kliwon
- Minggu Pahing
Kata “Senin”, “Selasa”, atau “Jumat” menunjukkan hari biasa. Sementara itu, Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon menunjukkan pasaran Jawa.
Jadi, ketika seseorang mengatakan bahwa wetonnya adalah Jumat Kliwon, artinya ia lahir pada hari Jumat yang bertepatan dengan pasaran Kliwon.
Dalam kehidupan masyarakat Jawa, weton sering disimpan sebagai bagian dari pengetahuan keluarga. Ada keluarga yang menggunakannya untuk mengingat hari kelahiran, memperingati selapanan, atau sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menjalankan tradisi tertentu.
Asal Kata dan Pengertian Weton
Dalam penggunaan masyarakat Jawa, weton sering dipahami sebagai hari kelahiran seseorang menurut gabungan penanggalan tujuh hari dan lima pasaran Jawa.
Karena itu, pengertian weton tidak hanya menunjuk tanggal lahir yang tertulis dalam kalender umum. Weton lebih khusus menunjukkan pertemuan antara hari biasa dan pasaran Jawa ketika seseorang dilahirkan.
Sebagai contoh, dua orang dapat sama-sama lahir pada hari Senin, tetapi pasarannya mungkin berbeda. Orang pertama dapat lahir pada Senin Legi, sedangkan orang kedua lahir pada Senin Pahing. Keduanya mempunyai hari yang sama, tetapi wetonnya berbeda.
Dalam beberapa keluarga, weton juga disebut ketika memperingati hari kelahiran menurut hitungan Jawa. Peringatan tersebut dapat dilakukan setiap 35 hari sekali karena pertemuan hari dan pasaran yang sama akan berulang setelah satu siklus lengkap.
Unsur Pembentuk Weton

Weton Jawa terbentuk dari dua unsur utama, yaitu hari dalam pekan dan pasaran Jawa. Kedua unsur ini berjalan bersamaan setiap hari.
Hari dalam Pekan
Hari dalam satu pekan terdiri dari:
- Minggu
- Senin
- Selasa
- Rabu
- Kamis
- Jumat
- Sabtu
Urutan tersebut sama dengan hari yang biasa digunakan dalam kalender sehari-hari. Setelah Sabtu, urutan kembali lagi ke Minggu.
Pasaran Jawa
Pasaran Jawa terdiri dari lima nama, yaitu:
- Legi
- Pahing
- Pon
- Wage
- Kliwon
Setelah Kliwon, urutan pasaran kembali lagi ke Legi. Pasaran terus berjalan bersamaan dengan pergantian hari biasa.
Sebagai gambaran sederhana, suatu hari dapat disebut Senin Legi. Keesokan harinya menjadi Selasa Pahing, kemudian Rabu Pon, Kamis Wage, dan Jumat Kliwon. Setelah itu, urutan pasaran kembali ke Legi, sedangkan urutan hari tetap berjalan seperti biasa.
Karena terdapat tujuh hari dan lima pasaran, terbentuklah 35 kemungkinan gabungan weton. Pembaca yang ingin memahami susunan pasarannya lebih jauh dapat membaca urutan pasaran Jawa.
Apa Itu Neptu Weton?
Selain nama hari dan pasaran, perhitungan weton juga mengenal istilah neptu. Neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada setiap hari dan pasaran Jawa.
Nilai hari kemudian dijumlahkan dengan nilai pasaran. Hasil penjumlahan tersebut disebut jumlah neptu weton.
Sebagai contoh, seseorang lahir pada Senin Legi.
- Nilai Senin: 4
- Nilai Legi: 5
- Jumlah neptu: 4 + 5 = 9
Dengan demikian, wetonnya adalah Senin Legi dan jumlah neptunya adalah 9.
Nama weton dan neptu merupakan dua hal yang berbeda. Senin Legi adalah nama weton, sedangkan angka 9 adalah jumlah neptunya.
Untuk melihat nilai setiap hari dan pasaran secara lengkap, pembaca dapat membuka pembahasan tabel neptu hari dan pasaran Jawa. Penjelasan lebih khusus mengenai penggunaan nilainya juga dapat dipelajari melalui artikel arti neptu weton.
Apa Fungsi Weton dalam Tradisi Jawa?
Weton mempunyai beberapa fungsi dalam tradisi masyarakat Jawa. Penggunaannya dapat berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.
Berikut beberapa penggunaan weton yang umum dikenal.
Mengenali hari kelahiran
Weton membantu keluarga mengetahui hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Pengetahuan ini sering diwariskan dari orang tua kepada anak.
Memperingati selapanan
Pertemuan hari dan pasaran yang sama akan berulang setiap 35 hari. Sebagian keluarga Jawa memperingati siklus tersebut sebagai selapanan.
Bentuk peringatannya dapat berbeda-beda. Ada yang mengadakan doa bersama, membuat makanan sederhana, atau sekadar mengingat hari kelahiran menurut hitungan Jawa.
Menghitung kecocokan pasangan
Dalam beberapa sumber primbon weton Jawa, jumlah neptu kedua calon pasangan dihitung untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan rumah tangga.
Namun, hasil hitungan tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi dan bahan pertimbangan. Keharmonisan pasangan tetap sangat dipengaruhi oleh sikap saling menghargai, komunikasi, tanggung jawab, dan kesediaan menyelesaikan masalah bersama.
Mempertimbangkan hari pernikahan
Sebagian keluarga menggunakan weton calon pengantin untuk mempertimbangkan hari pernikahan. Cara menghitungnya dapat berbeda berdasarkan kebiasaan keluarga, daerah, atau kitab primbon yang digunakan.
Karena terdapat beberapa cara perhitungan, hasil dari satu sumber belum tentu sama dengan sumber lainnya.
Memilih waktu untuk kegiatan tertentu
Weton juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika memilih waktu untuk pindah rumah, memulai usaha, mengadakan acara keluarga, atau menjalankan kegiatan penting lainnya.
Walaupun demikian, keadaan nyata tetap perlu diperhatikan. Kesiapan biaya, kesehatan, cuaca, keamanan, dan kesepakatan keluarga tidak seharusnya diabaikan.
Membaca gambaran watak menurut primbon
Sejumlah sumber primbon menghubungkan weton dengan gambaran watak seseorang. Penjelasan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan tradisional dan tidak harus dianggap sebagai gambaran yang pasti.
Dua orang yang mempunyai weton sama dapat tumbuh menjadi pribadi yang berbeda karena lingkungan, pendidikan, pengalaman, kebiasaan, dan keputusan hidupnya tidak sama.
Menjaga pengetahuan keluarga
Mengetahui weton juga menjadi salah satu cara mengenal budaya keluarga. Dari pembicaraan mengenai weton, anak-anak dapat belajar tentang pasaran Jawa, penanggalan tradisional, serta kebiasaan yang dijalankan oleh orang tua dan leluhurnya.
Apa Perbedaan Weton, Pasaran, dan Neptu?
Weton, pasaran, dan neptu saling berhubungan, tetapi artinya tidak sama.
| Istilah | Pengertian sederhana | Contoh |
|---|---|---|
| Weton | Gabungan hari biasa dan pasaran Jawa | Senin Legi |
| Pasaran | Siklus lima hari dalam penanggalan Jawa | Legi |
| Neptu | Nilai angka dari hari dan pasaran | Senin 4 dan Legi 5 |
Apabila seseorang lahir pada Kamis Wage, Kamis merupakan nama hari, Wage merupakan pasarannya, dan Kamis Wage merupakan wetonnya.
Hari Kamis dan pasaran Wage masing-masing mempunyai nilai neptu. Kedua nilai tersebut dapat dijumlahkan untuk keperluan perhitungan tertentu dalam tradisi Jawa.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menyebut angka neptu sebagai nama weton. Padahal, nama weton berupa gabungan hari dan pasaran, sedangkan neptu berupa nilai angka. Penjelasan lebih rinci dapat dibaca dalam artikel perbedaan weton dan neptu.
Mengapa Jumlah Weton Ada 35?
Jumlah weton Jawa ada 35 karena terdapat tujuh hari dalam satu pekan dan lima pasaran Jawa.
Perhitungannya adalah:
7 hari × 5 pasaran = 35 weton
Contoh gabungan weton antara lain:
- Senin Legi
- Senin Pahing
- Senin Pon
- Senin Wage
- Senin Kliwon
Gabungan tersebut juga berlaku untuk Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jika seluruh hari dipasangkan dengan seluruh pasaran, jumlahnya menjadi 35.
Siklus hari dan pasaran yang sama akan kembali setelah 35 hari. Dalam masyarakat Jawa, satu siklus 35 hari tersebut sering disebut selapan atau selapanan.
Sebagai contoh, apabila hari ini adalah Kamis Wage, pertemuan Kamis Wage berikutnya akan terjadi 35 hari kemudian.
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir
Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengetahui weton kelahiran.
Menghitung menggunakan penanggalan Jawa
Cara pertama adalah mencocokkan tanggal lahir dengan kalender atau penanggalan Jawa. Dari kalender tersebut, pembaca dapat melihat hari biasa dan pasaran yang bertepatan dengan tanggal kelahiran.
Cara ini memerlukan sumber kalender yang jelas dan sesuai dengan tanggal yang ingin diperiksa. Untuk pembahasan hitungan yang lebih lengkap, pembaca dapat mempelajari cara menghitung weton Jawa atau cara mengetahui pasaran Jawa dari tanggal lahir.
Menggunakan alat berdasarkan tanggal lahir
Cara kedua adalah menggunakan alat pengecekan berdasarkan tanggal lahir. Cara ini dapat membantu orang yang belum mempunyai kalender Jawa atau belum memahami urutan pasarannya.
Pembaca dapat menggunakan halaman cek weton berdasarkan tanggal lahir untuk mengetahui hari, pasaran, nama weton, dan jumlah neptu kelahiran.
Cara menggunakannya cukup sederhana:
- Masukkan tanggal lahir dengan benar.
- Tekan tombol untuk melakukan pengecekan.
- Lihat hari, pasaran, nama weton, dan jumlah neptu yang ditampilkan.
- Periksa kembali tanggal lahir agar hasilnya tidak keliru.
Apabila tanggal lahir berasal dari catatan lama, sebaiknya cocokkan kembali dengan akta kelahiran, kartu keluarga, buku kelahiran, atau keterangan orang tua.
Contoh Weton dalam Kehidupan Sehari-hari
Seorang anak bertanya kepada ibunya, “Bu, weton saya apa?”
Ibunya kemudian melihat catatan kelahiran dan mengetahui bahwa anak tersebut lahir pada hari Kamis dengan pasaran Wage. Gabungan Kamis dan Wage itulah yang disebut weton Kamis Wage.
Keluarga tersebut mungkin menyimpan informasi weton sebagai pengetahuan keluarga. Apabila masih menjalankan tradisi selapanan, keluarga dapat memperingati Kamis Wage setiap 35 hari.
Namun, keluarga lain mungkin tidak mengadakan peringatan khusus. Mereka hanya mencatat weton agar anak mengetahui hari kelahirannya menurut penanggalan Jawa.
Keduanya tetap merupakan cara yang baik dalam mengenal tradisi. Setiap keluarga dapat mempunyai kebiasaan yang berbeda.
Apakah Weton Menentukan Watak dan Masa Depan?
Dalam beberapa sumber primbon, weton digunakan untuk memberikan gambaran mengenai watak, kecenderungan perilaku, rezeki, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain.
Gambaran tersebut merupakan bagian dari pengetahuan tradisional. Hasilnya tidak seharusnya dipahami sebagai kepastian yang tidak dapat berubah.
Dua orang dengan weton yang sama belum tentu mempunyai watak dan jalan hidup yang sama. Mereka dapat dibesarkan dalam lingkungan berbeda, menerima pendidikan berbeda, menghadapi pengalaman berbeda, dan mengambil keputusan yang berbeda pula.
Weton juga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Sikap sehari-hari, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta cara memperlakukan orang lain lebih terlihat melalui perbuatan nyata.
Terdapat wejangan Jawa:
“Sapa nandur bakal ngundhuh.”
Artinya, siapa yang menanam akan memetik hasilnya. Wejangan ini mengingatkan bahwa usaha dan perbuatan seseorang tetap mempunyai pengaruh besar dalam kehidupannya.
Karena itu, penjelasan weton dapat dipelajari sebagai bagian dari budaya dan bahan renungan. Namun, manusia tetap perlu berusaha, belajar, menjaga perilaku, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Weton
Menentukan weton terlihat sederhana, tetapi ada beberapa kesalahan yang dapat membuat hasilnya berbeda.
Salah memasukkan tanggal lahir
Kesalahan angka pada tanggal, bulan, atau tahun dapat menghasilkan hari dan pasaran yang berbeda. Periksa kembali tanggal lahir sebelum melakukan pengecekan.
Tertukar antara pasaran dan weton
Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon adalah nama pasaran. Sementara itu, Senin Legi atau Jumat Kliwon adalah nama weton.
Menganggap neptu sebagai nama weton
Neptu berupa angka, sedangkan weton berupa gabungan hari dan pasaran. Sebagai contoh, Senin Legi adalah weton, sementara 9 adalah jumlah neptunya.
Tidak memperhatikan waktu kelahiran malam hari
Dalam sebagian kebiasaan Jawa, kelahiran setelah matahari terbenam dapat dihitung dengan cara yang berbeda. Karena itu, jam kelahiran mungkin perlu diperhatikan, terutama jika keluarga masih menggunakan pergantian hari menurut kebiasaan tradisional.
Menggunakan sumber berbeda tanpa membaca keterangannya
Beberapa kalender atau sumber primbon dapat memakai kebiasaan perhitungan yang berbeda, khususnya untuk kelahiran malam hari. Sebelum membandingkan hasil, perhatikan dasar hitungan yang digunakan.
Menganggap hasil weton sebagai keputusan mutlak
Weton dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan, tetapi tidak sebaiknya menjadi satu-satunya penentu keputusan. Keadaan nyata dan kesepakatan orang-orang yang terlibat tetap perlu didahulukan.
Weton Orang yang Lahir pada Malam Hari
Menentukan weton orang yang lahir pada malam hari membutuhkan perhatian lebih. Dalam kalender umum, pergantian tanggal berlangsung pada pukul 00.00.
Namun, dalam sebagian kebiasaan masyarakat Jawa, pergantian hari dapat dikaitkan dengan waktu setelah matahari terbenam atau setelah Maghrib. Karena itu, seseorang yang lahir pada malam hari mungkin mempunyai hasil weton berbeda, tergantung kebiasaan perhitungan yang digunakan.
Tidak semua keluarga atau daerah memakai aturan yang sama. Sebagian mengikuti tanggal dalam catatan resmi, sedangkan sebagian lainnya mempertimbangkan waktu kelahiran menurut kebiasaan keluarga.
Apabila lahir pada malam hari, lakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa tanggal dan jam kelahiran pada catatan resmi.
- Tanyakan kepada orang tua atau anggota keluarga yang mengetahui kelahiran tersebut.
- Cari tahu kebiasaan pergantian hari yang digunakan dalam keluarga.
- Gunakan dasar hitungan yang sama ketika membandingkan hasil.
Pembahasan lebih khusus dapat diarahkan ke artikel cara menentukan weton kelahiran malam hari. Hindari menetapkan satu aturan sebagai aturan mutlak karena kebiasaan masyarakat dapat berbeda.
Cara Menyikapi Weton dengan Bijaksana
Weton merupakan bagian dari tradisi, penanggalan, dan pengetahuan masyarakat Jawa. Mempelajarinya dapat membantu generasi muda mengenal istilah yang sering digunakan oleh orang tua dan leluhur.
Dalam kehidupan sehari-hari, weton dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau sarana menjaga tradisi keluarga. Namun, keputusan penting sebaiknya tetap mempertimbangkan keadaan nyata.
Ketika menentukan pernikahan, pekerjaan, usaha, kesehatan, atau kegiatan keluarga, perhatikan pula:
- kesiapan diri
- keadaan kesehatan
- kemampuan biaya
- tanggung jawab
- komunikasi
- keselamatan
- musyawarah keluarga
- nasihat dari orang yang dapat dipercaya
Ada wejangan Jawa:
“Urip iku kudu eling lan waspada.”
Artinya, dalam menjalani hidup kita perlu selalu ingat dan berhati-hati.
Sikap berhati-hati bukan berarti takut mengambil keputusan. Maksudnya, setiap keputusan perlu dipikirkan dengan tenang, mempertimbangkan akibatnya, dan tidak hanya bergantung pada satu hasil perhitungan.
Menghormati weton tidak berarti harus menerima setiap tafsir sebagai kepastian. Sebaliknya, memandang weton secara masuk akal juga tidak berarti merendahkan tradisi. Keduanya dapat berjalan bersama dengan sikap saling menghormati.
Kesimpulan
Weton Jawa adalah gabungan antara tujuh hari dalam satu pekan dan lima pasaran Jawa. Dari gabungan tersebut terbentuk 35 weton, seperti Senin Legi, Kamis Wage, atau Jumat Kliwon. Setiap hari dan pasaran juga mempunyai nilai yang disebut neptu.
Dalam masyarakat Jawa, weton digunakan untuk mengenali hari kelahiran, memperingati selapanan, serta menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam berbagai tradisi keluarga. Penggunaannya dapat berbeda menurut daerah, keluarga, dan sumber primbon yang dipakai.
Apabila belum mengetahui hari dan pasaran saat dilahirkan, pembaca dapat mencoba mengetahui weton kelahiran dengan memasukkan tanggal lahir secara benar. Hasil weton sebaiknya dipahami sebagai pengetahuan budaya dan bahan pertimbangan, bukan sebagai penentu mutlak watak atau masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan weton Jawa?
Weton Jawa adalah gabungan antara hari biasa dan pasaran Jawa pada saat seseorang dilahirkan. Contohnya adalah Senin Legi, Kamis Wage, dan Jumat Kliwon.
Apakah weton sama dengan tanggal lahir?
Tidak sama. Tanggal lahir menunjukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran, sedangkan weton menunjukkan gabungan hari dan pasaran Jawa yang bertepatan dengan tanggal tersebut.
Ada berapa jumlah weton Jawa?
Jumlah weton Jawa ada 35. Angka tersebut berasal dari tujuh hari yang dipasangkan dengan lima pasaran Jawa.
Apa perbedaan weton dan neptu?
Weton adalah nama gabungan hari dan pasaran, sedangkan neptu adalah nilai angka dari hari dan pasaran tersebut. Contohnya, Senin Legi merupakan weton dan mempunyai jumlah neptu 9.
Bagaimana cara mengetahui weton kelahiran?
Weton dapat diketahui dengan mencocokkan tanggal lahir pada kalender Jawa atau menggunakan cek weton online. Pastikan tanggal lahir dimasukkan dengan benar.
Apakah orang dengan weton sama memiliki watak yang sama?
Belum tentu. Dua orang dengan weton sama dapat mempunyai watak, kebiasaan, pendidikan, pengalaman, dan jalan hidup yang berbeda.
Apakah weton dapat berubah?
Weton kelahiran pada dasarnya tidak berubah karena ditentukan berdasarkan hari dan pasaran saat seseorang dilahirkan. Perbedaan hasil biasanya terjadi karena kesalahan tanggal, perbedaan sumber, atau cara menentukan pergantian hari untuk kelahiran malam.
Bagaimana menentukan weton orang yang lahir malam hari?
Periksa tanggal dan jam kelahiran, lalu tanyakan kebiasaan yang digunakan dalam keluarga. Sebagian keluarga mengikuti pergantian tanggal pada tengah malam, sedangkan sebagian lainnya mempertimbangkan pergantian hari setelah matahari terbenam atau Maghrib.




