Cara menghitung neptu dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari kelahiran dan nilai pasaran Jawa. Sebagai contoh, Sabtu mempunyai nilai 9 dan Kliwon bernilai 8. Jadi, neptu Sabtu Kliwon adalah 9 + 8 = 17.
Sebelum menghitungnya, pembaca perlu mengetahui hari dan pasaran pada tanggal lahir. Setelah keduanya ditemukan, nilai neptu dapat dihitung dengan penjumlahan sederhana.
Apa Itu Neptu Weton?
Neptu weton adalah jumlah nilai hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Nilai tersebut digunakan dalam perhitungan tradisional Jawa.
Sebagai contoh, seseorang lahir pada Rabu Pahing. Rabu mempunyai nilai 7, sedangkan Pahing bernilai 9. Jadi, jumlah neptu Rabu Pahing adalah 16.
Beberapa istilah berikut perlu dipahami agar tidak tertukar:
- Hari terdiri dari Minggu sampai Sabtu.
- Pasaran Jawa terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
- Weton adalah gabungan hari dan pasaran.
- Neptu adalah jumlah nilai hari dan pasaran tersebut.
Dengan demikian, Rabu Pahing merupakan nama weton. Angka 16 adalah jumlah neptunya.
Pembahasan mengenai pengertian weton, neptu, dan pasaran Jawa dapat membantu pembaca memahami dasar perhitungannya. Anda juga dapat mempelajari perbedaan weton, pasaran, dan neptu agar setiap istilah digunakan dengan tepat.
Tabel Neptu Hari
Setiap hari mempunyai nilai tetap dalam perhitungan neptu Jawa.
| Hari | Nilai Neptu |
|---|---|
| Minggu | 5 |
| Senin | 4 |
| Selasa | 3 |
| Rabu | 7 |
| Kamis | 8 |
| Jumat | 6 |
| Sabtu | 9 |
Nilai hari tersebut nantinya dijumlahkan dengan nilai pasaran kelahiran.
Tabel Neptu Pasaran Jawa
Pasaran Jawa berjumlah lima dan berulang secara terus-menerus.
| Pasaran | Nilai Neptu |
|---|---|
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Urutan pasarannya adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus lima pasaran ini berjalan bersamaan dengan tujuh hari dalam satu minggu.
Pembaca yang membutuhkan pembahasan lebih luas dapat melihat daftar nilai dan cara hitung neptu weton.
Cara Menghitung Neptu Hari dan Pasaran

Cara menghitung neptu hari dan pasaran dapat dilakukan melalui lima langkah berikut.
1. Ketahui Tanggal Lahir
Siapkan tanggal, bulan, dan tahun lahir secara lengkap. Tahun kelahiran perlu disertakan karena tanggal yang sama pada tahun berbeda dapat jatuh pada hari dan pasaran yang berbeda.
Misalnya, jangan hanya mencatat 10 Mei. Tuliskan tanggal lengkap seperti 10 Mei 1995.
2. Cari Hari Kelahiran
Tentukan apakah tanggal tersebut jatuh pada Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.
Hari kelahiran biasanya dapat ditemukan melalui kalender umum. Namun, kalender biasa belum tentu menampilkan pasaran Jawa.
3. Cari Pasaran Jawa
Setelah mengetahui hari, cari pasarannya. Tanggal lahir dapat termasuk Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
Pembaca dapat memakai konversi tanggal Jawa untuk melihat pertemuan tanggal umum dengan hari dan pasaran Jawa.
Pasaran memakai siklus lima hari, sehingga berbeda dengan perputaran minggu yang terdiri dari tujuh hari.
4. Cocokkan dengan Tabel Neptu
Lihat nilai hari dan pasaran yang sudah ditemukan pada tabel.
Misalnya, hasil pencarian menunjukkan bahwa seseorang lahir pada Kamis Wage:
- Kamis bernilai 8.
- Wage bernilai 4.
5. Jumlahkan Kedua Nilainya
Gunakan rumus berikut:
Neptu weton = nilai hari + nilai pasaran
Contoh:
Kamis Wage = Kamis 8 + Wage 4 = 12
Jadi, neptu Kamis Wage adalah 12.
Ada wejangan Jawa yang berbunyi:
“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”
Artinya, pengetahuan akan lebih dipahami apabila dipelajari dan dipraktikkan dengan sungguh-sungguh.
Dalam menghitung neptu, pembaca sebaiknya memahami urutan perhitungannya, bukan hanya menghafal angka hasil akhirnya.
Contoh Cara Menghitung Neptu Weton
Berikut beberapa contoh cara menghitung neptu weton yang mudah diikuti.
Neptu Senin Legi
Senin mempunyai nilai 4 dan Legi bernilai 5.
Senin Legi = 4 + 5 = 9
Jadi, jumlah neptu Senin Legi adalah 9.
Neptu Selasa Pon
Selasa mempunyai nilai 3 dan Pon bernilai 7.
Selasa Pon = 3 + 7 = 10
Jadi, jumlah neptu Selasa Pon adalah 10.
Neptu Rabu Pahing
Rabu mempunyai nilai 7 dan Pahing bernilai 9.
Rabu Pahing = 7 + 9 = 16
Jadi, jumlah neptu Rabu Pahing adalah 16.
Neptu Sabtu Kliwon
Sabtu mempunyai nilai 9 dan Kliwon bernilai 8.
Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17
Jadi, jumlah neptu Sabtu Kliwon adalah 17.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa cara menghitung neptu Jawa tidak memakai perkalian atau pembagian. Nilai hari cukup dijumlahkan dengan nilai pasarannya.
Cara Menghitung Neptu dari Tanggal Lahir
Sebelum menghitung neptu, pembaca harus mengetahui weton kelahirannya terlebih dahulu. Weton tersebut terdiri dari hari dan pasaran.
Pembaca yang belum mengetahui hari pasarannya dapat hitung weton dari tanggal lahir sebelum menjumlahkan nilai neptunya.
Masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran dengan teliti. Kesalahan satu angka dapat membuat hari, pasaran, dan jumlah neptu yang muncul menjadi berbeda.
Apabila masih bingung mengikuti tahapannya, panduan cara mencari neptu kelahiran menjelaskan cara menemukan weton dan jumlah neptu berdasarkan tanggal lahir lengkap.
Apakah Neptu Nama Sama dengan Neptu Weton?
Neptu nama tidak sama dengan neptu weton. Neptu weton dihitung dari nilai hari dan pasaran saat seseorang dilahirkan.
Sementara itu, istilah neptu nama biasanya merujuk pada perhitungan huruf dalam nama menurut aturan tertentu. Cara tersebut dapat berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya.
Artikel ini hanya membahas cara menghitung neptu hari dan pasaran karena tabel serta rumusnya lebih jelas. Rumus neptu nama tidak sebaiknya digunakan apabila dasar dan sumber perhitungannya tidak diketahui.
Neptu Weton Digunakan untuk Apa?
Dalam tradisi Jawa, neptu digunakan untuk mengetahui nilai weton kelahiran. Setelah jumlahnya ditemukan, sebagian masyarakat menggunakannya untuk membaca kecenderungan watak dalam Primbon Jawa.
Pembaca yang ingin mengetahui penafsiran tradisionalnya dapat melihat makna weton dalam Primbon Jawa. Hasil penafsiran tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari budaya, bukan gambaran mutlak tentang kepribadian seseorang.
Neptu juga sering dipakai dalam perhitungan pasangan. Nilai weton dua orang dijumlahkan, kemudian dibaca berdasarkan hitungan yang digunakan dalam keluarga atau daerah tertentu.
Pembahasan tersebut dapat dipelajari melalui ramalan jodoh berdasarkan weton. Namun, kecocokan hubungan tidak hanya ditentukan oleh angka neptu.
Sebagian keluarga juga menggunakan neptu untuk mempertimbangkan hari pernikahan. Kebiasaan ini merupakan bagian dari adat yang dapat berbeda-beda.
Neptu tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan penting. Watak dan perjalanan hidup seseorang juga dipengaruhi pendidikan, keluarga, lingkungan, pengalaman, usaha, serta pilihan pribadi.
Kesimpulan
Cara menghitung neptu weton dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari kelahiran dan nilai pasaran Jawa. Sebelum menghitungnya, cari terlebih dahulu hari dan pasaran berdasarkan tanggal lahir.
Rumusnya adalah:
Nilai hari + nilai pasaran = neptu weton
Sebagai contoh, Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8. Dengan demikian, jumlah neptu Sabtu Kliwon adalah 17.
Perhitungan neptu dapat dipelajari sebagai bagian dari tradisi dan pengetahuan Jawa. Hasilnya bukan penentu mutlak watak, jodoh, rezeki, pekerjaan, atau masa depan seseorang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung neptu weton?
Jumlahkan nilai hari kelahiran dengan nilai pasaran Jawa. Contohnya, Senin Legi mempunyai neptu 9 dari Senin 4 ditambah Legi 5.
Bagaimana cara menghitung neptu Jawa?
Cari hari dan pasaran pada tanggal lahir, cocokkan dengan tabel neptu, kemudian jumlahkan nilai keduanya.
Bagaimana cara menghitung neptu hari dan pasaran?
Gunakan rumus:
Nilai hari + nilai pasaran = neptu weton
Sebagai contoh, Kamis Wage mempunyai neptu 12 dari Kamis 8 ditambah Wage 4.
Berapa neptu Sabtu Kliwon?
Neptu Sabtu Kliwon adalah 17. Nilai tersebut berasal dari Sabtu 9 ditambah Kliwon 8.
Apakah neptu nama sama dengan neptu weton?
Tidak. Neptu weton dihitung dari hari dan pasaran kelahiran. Istilah neptu nama berkaitan dengan perhitungan huruf atau nama berdasarkan cara tertentu.
Catatan: Perhitungan neptu merupakan bagian dari tradisi dan pengetahuan Jawa. Gunakan sebagai bahan belajar dan mengenal budaya, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai seseorang atau menentukan keputusan penting.




