Urutan neptu Jawa dapat dilihat dari hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran. Karena setiap hari dan pasaran mempunyai angka berbeda, jumlah neptu 35 weton tersusun dari angka 7 sampai 18.
Selasa Wage mempunyai neptu paling rendah, yaitu 7. Sementara itu, Sabtu Pahing mempunyai neptu paling besar, yaitu 18.
Tinggi atau rendahnya angka tersebut bukan ukuran baik dan buruk seseorang. Urutan ini hanya menunjukkan hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran dalam perhitungan tradisional Jawa.
Apa Itu Neptu Jawa?
Neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran dalam hitungan Jawa. Nilai keduanya dijumlahkan untuk mengetahui jumlah neptu sebuah weton.
Istilah yang digunakan dalam perhitungan ini mempunyai arti berbeda:
- Hari terdiri dari Minggu sampai Sabtu.
- Pasaran terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
- Weton adalah pertemuan hari dan pasaran.
- Neptu weton adalah jumlah nilai hari dan pasarannya.
Sebagai contoh:
Rabu Pon = Rabu 7 + Pon 7 = 14
Rabu Pon adalah nama weton, sedangkan angka 14 merupakan jumlah neptunya. Pembaca dapat mempelajari pengertian weton, neptu, dan pasaran Jawa untuk memahami dasar perhitungannya.
Urutan Neptu Hari dari Paling Kecil hingga Paling Besar

Berikut urutan nilai neptu hari dari yang paling kecil sampai paling tinggi.
| Urutan | Hari | Nilai Neptu |
|---|---|---|
| 1 | Selasa | 3 |
| 2 | Senin | 4 |
| 3 | Minggu | 5 |
| 4 | Jumat | 6 |
| 5 | Rabu | 7 |
| 6 | Kamis | 8 |
| 7 | Sabtu | 9 |
Selasa mempunyai nilai hari paling rendah, yaitu 3. Sabtu mempunyai nilai tertinggi, yaitu 9.
Nilai tersebut digunakan sebagai bagian dari hitungan neptu. Sabtu yang bernilai lebih besar tidak berarti selalu lebih baik daripada hari lainnya.
Urutan Neptu Pasaran Jawa
Lima pasaran Jawa juga mempunyai nilai berbeda. Berikut urutan neptu pasaran Jawa dari yang paling kecil.
| Urutan | Pasaran | Nilai Neptu |
|---|---|---|
| 1 | Wage | 4 |
| 2 | Legi | 5 |
| 3 | Pon | 7 |
| 4 | Kliwon | 8 |
| 5 | Pahing | 9 |
Wage mempunyai nilai pasaran paling rendah, yaitu 4. Pahing mempunyai nilai paling tinggi, yaitu 9.
Pasaran tersebut berulang dalam siklus lima hari dan berjalan bersama tujuh hari biasa. Pembaca dapat memakai cek kalender Jawa lengkap untuk mengetahui pasaran pada tanggal tertentu.
Pembahasan neptu hari dan pasaran menurut Primbon Jawa juga dapat membantu memahami nilai setiap hari dan pasaran.
Cara Menentukan Urutan Neptu Weton
Urutan hitungan neptu Jawa diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran.
Rumusnya adalah:
Nilai hari + nilai pasaran = jumlah neptu weton
Contoh pertama:
Senin Kliwon = Senin 4 + Kliwon 8 = 12
Contoh kedua:
Sabtu Pahing = Sabtu 9 + Pahing 9 = 18
Setelah seluruh gabungan hari dan pasaran dihitung, jumlahnya dapat diurutkan dari 7 sampai 18. Panduan cara menghitung neptu weton menjelaskan tahap penjumlahannya secara lebih lengkap.
Ada wejangan Jawa yang berbunyi:
“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”
Artinya, pengetahuan akan lebih dipahami apabila dipelajari dan dipraktikkan dengan sungguh-sungguh.
Dalam hal ini, memahami cara menjumlahkan nilai hari dan pasaran lebih baik daripada hanya menghafal urutan angkanya.
Urutan 35 Neptu Weton dari Terkecil hingga Terbesar
Berikut urutan neptu weton berdasarkan jumlah nilainya. Weton yang mempunyai jumlah sama ditempatkan dalam kelompok yang sama.
| Jumlah Neptu | Weton |
|---|---|
| 7 | Selasa Wage |
| 8 | Senin Wage, Selasa Legi |
| 9 | Minggu Wage, Senin Legi |
| 10 | Minggu Legi, Selasa Pon, Jumat Wage |
| 11 | Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage, Jumat Legi |
| 12 | Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage, Minggu Pon |
| 13 | Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon |
| 14 | Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, Minggu Pahing |
| 15 | Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Pahing |
| 16 | Rabu Pahing, Kamis Kliwon, Sabtu Pon |
| 17 | Kamis Pahing, Sabtu Kliwon |
| 18 | Sabtu Pahing |
Tabel tersebut memuat seluruh 35 weton. Beberapa weton menghasilkan jumlah yang sama meskipun hari dan pasarannya berbeda.
Sebagai contoh, Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon sama-sama mempunyai neptu 17. Keduanya tidak perlu dipisahkan menjadi peringkat berbeda karena hasil penjumlahannya sama.
Pembaca dapat melihat daftar nilai neptu weton Jawa untuk mempelajari tabel, cara menghitung, serta penggunaannya dalam tradisi Jawa.
Neptu Jawa Tertinggi dan Terendah
Neptu weton terendah adalah Selasa Wage dengan jumlah 7.
Perhitungannya:
- Selasa bernilai 3.
- Wage bernilai 4.
- Jumlah neptunya 3 + 4 = 7.
Neptu weton tertinggi adalah Sabtu Pahing dengan jumlah 18.
Perhitungannya:
- Sabtu bernilai 9.
- Pahing bernilai 9.
- Jumlah neptunya 9 + 9 = 18.
Istilah tertinggi dan terendah hanya menunjukkan besar angka hasil penjumlahan. Angka tersebut bukan ukuran kualitas, kedudukan, kekayaan, keberuntungan, atau kebaikan seseorang.
Apakah Neptu Paling Besar Selalu Lebih Baik?
Neptu tinggi tidak otomatis lebih baik daripada neptu rendah. Setiap jumlah mempunyai tempat dan cara pembacaan tersendiri dalam perhitungan tradisional.
Orang dengan neptu tinggi tidak pasti lebih kaya, lebih beruntung, atau mempunyai watak lebih baik. Sebaliknya, neptu rendah juga tidak berarti seseorang akan memiliki nasib buruk.
Pembaca yang ingin mengetahui penafsiran tradisional suatu weton dapat membaca tafsir Primbon weton. Gunakan hasilnya sebagai pengetahuan budaya dan bahan renungan, bukan sebagai kepastian.
Kepribadian dan kehidupan seseorang juga dipengaruhi oleh keluarga, pendidikan, lingkungan, pengalaman, usaha, serta pilihan pribadi.
Bagaimana Urutan Neptu Jodoh?
Istilah urutan neptu jodoh bukan berarti weton disusun dari pasangan terbaik sampai terburuk. Dalam hitungan tradisional, neptu kedua orang biasanya dijumlahkan terlebih dahulu.
Contohnya:
- Neptu orang pertama: 12.
- Neptu orang kedua: 16.
- Jumlah keduanya: 28.
Hasil tersebut kemudian dibaca sesuai cara perhitungan yang dikenal dalam keluarga atau daerah tertentu. Pembaca yang ingin membandingkan dua weton dapat menggunakan hitung weton pasangan.
Hasil perhitungan neptu bukan satu-satunya ukuran kecocokan. Komunikasi, tanggung jawab, kejujuran, kepercayaan, dan sikap saling menghormati tetap lebih penting dalam hubungan.
Cara Mengetahui Neptu Kelahiran Sendiri
Untuk mengetahui neptu kelahiran, cari hari dan pasaran pada tanggal lahir. Setelah wetonnya ditemukan, cocokkan hari dan pasarannya dengan tabel nilai, kemudian jumlahkan.
Pembaca yang belum mengetahui wetonnya dapat menggunakan cek weton dan neptu berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun lahir.
Sebagai contoh, apabila hasilnya adalah Rabu Pahing:
- Rabu bernilai 7.
- Pahing bernilai 9.
- Jumlah neptunya 16.
Tata cara mencari neptu kelahiran dapat diikuti untuk memahami langkahnya dari awal.
Kesimpulan
Urutan neptu Jawa dimulai dari jumlah 7 sampai 18. Selasa Wage menjadi weton dengan neptu paling rendah, yaitu 7, sedangkan Sabtu Pahing mempunyai neptu paling tinggi, yaitu 18.
Urutan tersebut diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran. Weton yang menghasilkan jumlah sama ditempatkan dalam kelompok yang sama.
Tinggi atau rendahnya neptu bukan ukuran baik dan buruk seseorang. Perhitungan ini dapat dipelajari sebagai bagian dari pengetahuan dan tradisi Jawa, bukan sebagai penentu mutlak watak, jodoh, rezeki, atau masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana urutan neptu Jawa?
Urutan neptu weton dimulai dari jumlah 7 sampai 18. Selasa Wage mempunyai neptu terendah, sedangkan Sabtu Pahing mempunyai neptu tertinggi.
Apa weton dengan neptu tertinggi?
Sabtu Pahing mempunyai neptu tertinggi, yaitu 18. Nilai tersebut berasal dari Sabtu 9 ditambah Pahing 9.
Apa weton dengan neptu terendah?
Selasa Wage mempunyai neptu terendah, yaitu 7. Nilainya berasal dari Selasa 3 ditambah Wage 4.
Bagaimana urutan neptu pasaran Jawa?
Urutannya dari yang terendah adalah Wage 4, Legi 5, Pon 7, Kliwon 8, dan Pahing 9.
Apakah neptu tertinggi berarti paling baik?
Tidak. Tinggi dan rendah hanya menunjukkan jumlah nilai hari serta pasaran. Angka tersebut bukan ukuran watak, kualitas, keberuntungan, atau masa depan seseorang.
Catatan: Urutan neptu merupakan bagian dari perhitungan dan pengetahuan tradisional Jawa. Tinggi atau rendahnya nilai neptu bukan ukuran baik dan buruknya seseorang. Gunakan sebagai bahan belajar budaya, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai seseorang atau mengambil keputusan penting.




