Cara mencari neptu kelahiran sebenarnya cukup mudah. Anda perlu mengetahui hari dan pasaran Jawa pada tanggal lahir, kemudian menjumlahkan nilai keduanya.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Sabtu Kliwon mempunyai neptu 17. Angka tersebut berasal dari nilai Sabtu 9 ditambah nilai Kliwon 8.
Apa Itu Neptu Kelahiran?
Neptu kelahiran adalah jumlah nilai hari dan pasaran Jawa ketika seseorang dilahirkan. Setiap hari dan pasaran mempunyai angka yang sudah digunakan secara turun-temurun dalam perhitungan Jawa.
Contohnya, seseorang lahir pada Sabtu Kliwon. Sabtu mempunyai nilai 9, sedangkan Kliwon bernilai 8. Jadi, jumlah neptu kelahirannya adalah 17.
Beberapa istilah dalam perhitungan Jawa sering dianggap sama, padahal artinya berbeda:
- Hari kelahiran adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.
- Pasaran Jawa terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
- Weton adalah gabungan hari dan pasaran, misalnya Senin Legi.
- Neptu adalah jumlah nilai hari dan pasarannya.
Dengan demikian, “Sabtu Kliwon” merupakan weton, sedangkan angka 17 adalah neptunya. Pembaca dapat mempelajari perbedaan weton, pasaran, dan neptu agar tidak tertukar saat melakukan perhitungan.
Tabel Nilai Neptu Hari
Setiap hari mempunyai nilai tetap dalam hitungan neptu Jawa.
| Hari | Nilai Neptu |
|---|---|
| Minggu | 5 |
| Senin | 4 |
| Selasa | 3 |
| Rabu | 7 |
| Kamis | 8 |
| Jumat | 6 |
| Sabtu | 9 |
Nilai hari tersebut nantinya dijumlahkan dengan nilai pasaran kelahiran.
Tabel Nilai Neptu Pasaran Jawa
Pasaran Jawa berjumlah lima dan terus berulang dalam siklus Legi, Pahing, Pon, Wage, lalu Kliwon.
| Pasaran | Nilai Neptu |
|---|---|
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Pembaca yang ingin mempelajari tabel beserta pembahasannya lebih jauh dapat melihat daftar nilai dan cara menghitung neptu weton.
Cara Mencari Neptu Kelahiran

Cara mencari neptu lahir dilakukan dalam lima langkah sederhana. Bagian yang biasanya paling membingungkan adalah menemukan pasaran Jawa pada tanggal kelahiran.
1. Siapkan Tanggal Lahir Lengkap
Catat tanggal, bulan, dan tahun kelahiran. Tahun lahir perlu disertakan karena hari dan pasarannya bergantung pada tanggal lengkap, bukan hanya tanggal dan bulan.
Contohnya:
17 Agustus 1990
Jangan langsung menghitung neptu sebelum hari dan pasarannya diketahui dengan benar.
2. Cari Hari Kelahiran
Tentukan tanggal tersebut jatuh pada hari apa, apakah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.
Hari kelahiran dapat dilihat melalui kalender biasa. Akan tetapi, kalender biasa belum tentu mencantumkan pasarannya.
3. Cari Pasaran Jawa
Setelah menemukan hari, cari pasarannya. Pasaran tersebut dapat berupa Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
Mencari pasaran secara manual dapat membingungkan karena perputarannya menggunakan siklus lima hari. Pembaca dapat memakai kalender Jawa online untuk melihat hubungan tanggal umum dengan hari pasarannya.
Cara yang lebih mudah adalah memasukkan tanggal lahir melalui kalkulator weton online. Hasilnya biasanya akan menunjukkan hari, pasaran, weton, dan jumlah neptu.
4. Lihat Nilai Hari dan Pasaran
Setelah hari dan pasaran ditemukan, cocokkan keduanya dengan tabel neptu.
Misalnya, hasil pencarian menunjukkan bahwa weton kelahiran adalah Rabu Pahing:
- Rabu bernilai 7.
- Pahing bernilai 9.
5. Jumlahkan Nilainya
Gunakan rumus berikut:
Neptu kelahiran = nilai hari + nilai pasaran
Untuk Rabu Pahing, perhitungannya adalah:
7 + 9 = 16
Jadi, jumlah neptu Rabu Pahing adalah 16.
Ada wejangan Jawa yang berbunyi:
“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”
Artinya, pengetahuan akan lebih dipahami apabila dipelajari dan dipraktikkan dengan sungguh-sungguh.
Dalam menghitung neptu, sebaiknya jangan hanya menghafal hasilnya. Pahami terlebih dahulu hari, pasaran, dan cara menjumlahkan nilainya.
Contoh Cara Menghitung Neptu Kelahiran
Berikut beberapa contoh agar cara menghitung neptu kelahiran lebih mudah dipahami.
Neptu Senin Legi
Senin mempunyai nilai 4, sedangkan Legi bernilai 5.
Senin Legi = 4 + 5 = 9
Jadi, jumlah neptu Senin Legi adalah 9.
Neptu Rabu Pahing
Rabu mempunyai nilai 7, sedangkan Pahing bernilai 9.
Rabu Pahing = 7 + 9 = 16
Jadi, jumlah neptu Rabu Pahing adalah 16.
Neptu Sabtu Kliwon
Sabtu mempunyai nilai 9, sedangkan Kliwon bernilai 8.
Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17
Jadi, jumlah neptu Sabtu Kliwon adalah 17.
Dari ketiga contoh tersebut, terlihat bahwa cara mencari neptu kelahiran hanya memerlukan penjumlahan nilai hari dan pasaran. Tantangan utamanya adalah memastikan weton berdasarkan tanggal lahir sudah benar.
Cara Mencari Neptu dari Tanggal Lahir Secara Online
Cara mencari neptu dari tanggal lahir secara online lebih praktis karena pembaca tidak perlu menghitung perputaran pasaran secara manual.
Masukkan tanggal, bulan, dan tahun lahir. Setelah itu, periksa hasil hari dan pasarannya sebelum membaca jumlah neptu.
Pastikan tanggal yang dimasukkan tidak salah. Perbedaan satu hari saja dapat menghasilkan pasaran dan weton yang berbeda.
Untuk memahami dasarnya terlebih dahulu, pembahasan mengenai pengertian weton, neptu, dan pasaran Jawa dapat membantu pembaca mengikuti hitungannya dari awal.
Neptu Kelahiran Digunakan untuk Apa?
Dalam tradisi Jawa, neptu kelahiran sering digunakan untuk beberapa keperluan. Salah satunya adalah mengenali weton dan membaca kecenderungan watak menurut Primbon Jawa.
Setelah neptu diketahui, sebagian pembaca menggunakan primbon weton lengkap untuk melihat penafsiran tradisional mengenai sifat, rezeki, pekerjaan, atau kehidupan sosial.
Neptu juga digunakan dalam hitungan kecocokan pasangan. Nilai weton kedua orang dijumlahkan, lalu dibaca menurut perhitungan yang digunakan keluarga atau masyarakat setempat.
Pembaca yang ingin mempelajarinya dapat mencoba cek kecocokan jodoh lewat weton. Namun, hasil hitungan tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan hubungan.
Dalam beberapa keluarga, neptu juga dipakai untuk mempertimbangkan waktu pernikahan. Perhitungan seperti ini merupakan bagian dari adat dan dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Walaupun demikian, neptu bukan penentu mutlak watak, jodoh, rezeki, atau masa depan. Pendidikan, keluarga, lingkungan, pengalaman, usaha, dan pilihan hidup tetap mempunyai pengaruh besar.
Apakah Neptu Sama dengan Weton?
Neptu tidak sama dengan weton. Weton adalah gabungan hari dan pasaran, sedangkan neptu merupakan jumlah nilai dari hari dan pasaran tersebut.
Sebagai contoh:
- Weton: Sabtu Kliwon.
- Nilai Sabtu: 9.
- Nilai Kliwon: 8.
- Neptu: 17.
Pasaran juga berbeda dengan wuku dan pawukon. Wuku memakai siklus tersendiri dalam penanggalan Jawa, sehingga tidak boleh disamakan dengan jumlah neptu weton.
Kesimpulan
Cara mencari neptu berdasarkan tanggal lahir dilakukan dengan mengetahui hari serta pasaran Jawa pada tanggal tersebut. Setelah itu, lihat nilai hari dan pasaran, lalu jumlahkan keduanya.
Contohnya, Sabtu Kliwon mempunyai neptu 17 karena Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8. Sementara itu, Senin Legi mempunyai neptu 9 dari penjumlahan Senin 4 dan Legi 5.
Perhitungan neptu dapat dipelajari sebagai bagian dari pengetahuan dan tradisi Jawa. Hasilnya tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai watak, jodoh, rezeki, atau masa depan seseorang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara mencari neptu kelahiran?
Cari hari dan pasaran Jawa pada tanggal kelahiran. Setelah itu, cocokkan dengan tabel neptu dan jumlahkan nilai keduanya.
Bagaimana cara mencari neptu dari tanggal lahir?
Masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran untuk menemukan hari serta pasarannya. Setelah weton diketahui, jumlahkan nilai hari dan nilai pasaran.
Berapa neptu Sabtu Kliwon?
Neptu Sabtu Kliwon adalah 17. Nilai tersebut berasal dari Sabtu 9 ditambah Kliwon 8.
Apakah neptu sama dengan weton?
Tidak. Weton merupakan gabungan hari dan pasaran, sedangkan neptu adalah jumlah nilai dari keduanya.
Apakah neptu menentukan watak seseorang?
Neptu digunakan dalam penafsiran tradisional, tetapi bukan satu-satunya penentu watak. Pendidikan, lingkungan, pengalaman, dan pilihan hidup juga turut membentuk kepribadian.
Catatan: Perhitungan neptu merupakan bagian dari tradisi dan pengetahuan Jawa. Gunakan sebagai bahan belajar dan mengenal budaya, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai seseorang atau menentukan keputusan penting.




