hari neptu pasaran jawa
Foto ilustrasi: hari neptu pasaran jawa

Hari Neptu Pasaran Jawa dan Cara Menghitungnya

Diposting pada

Hari neptu pasaran merupakan bagian dari perhitungan tradisional Jawa. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai tertentu yang kemudian dijumlahkan untuk mengetahui neptu sebuah weton.

Sebagai contoh, Jumat bernilai 6 dan Kliwon bernilai 8. Dengan demikian, neptu Jumat Kliwon adalah 6 + 8 = 14.

Apa Itu Hari, Pasaran, dan Neptu?

Dalam perhitungan Jawa, hari terdiri dari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Selain tujuh hari tersebut, dikenal pula lima pasaran Jawa, yaitu:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Pertemuan antara hari dan pasaran disebut weton. Contohnya adalah Senin Legi, Rabu Pahing, Jumat Kliwon, atau Sabtu Wage.

Neptu adalah nilai angka dari hari dan pasaran tersebut. Nilai hari kemudian dijumlahkan dengan nilai pasarannya.

Contohnya:

  • Weton: Kamis Wage
  • Nilai Kamis: 8
  • Nilai Wage: 4
  • Jumlah neptu: 12

Jadi, Kamis Wage merupakan nama weton, sedangkan angka 12 adalah jumlah neptunya.

Penjelasan mengenai pengertian weton, neptu, dan pasaran Jawa dapat membantu pembaca memahami dasar perhitungan tersebut.

Tabel Neptu Hari Menurut Primbon Jawa

Setiap hari mempunyai nilai tetap dalam hitungan neptu Jawa.

HariNilai Neptu
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

Nilai hari tersebut nantinya dijumlahkan dengan nilai pasaran. Sebagai contoh, nilai Sabtu adalah 9, sedangkan nilai Rabu adalah 7.

Tabel Neptu Pasaran Jawa

Pasaran Jawa berjumlah lima dan terus berputar secara berulang.

PasaranNilai Neptu
Legi5
Pahing9
Pon7
Wage4
Kliwon8

Siklus pasaran berjalan bersama siklus tujuh hari. Karena itu, setiap tanggal dapat memiliki gabungan hari dan pasaran yang berbeda.

Pembaca yang membutuhkan pembahasan lebih lengkap dapat melihat daftar nilai neptu weton Jawa.

Cara Menghitung Jumlah Neptu Hari dan Pasaran Jawa

Cara Menghitung Jumlah Neptu Hari dan Pasaran Jawa
Cara Menghitung Jumlah Neptu Hari dan Pasaran Jawa

Hitungan neptu hari dan pasaran Jawa dilakukan dengan penjumlahan sederhana. Hal terpenting adalah mengetahui hari dan pasarannya terlebih dahulu.

1. Ketahui Hari dan Pasarannya

Tentukan weton yang ingin dihitung. Contohnya adalah Senin Pon, Rabu Wage, Kamis Pahing, atau Sabtu Kliwon.

Apabila weton kelahiran belum diketahui, siapkan tanggal, bulan, dan tahun lahir secara lengkap. Pembaca dapat hitung weton dari tanggal lahir untuk menemukan hari serta pasarannya.

Tanggal lengkap diperlukan karena tanggal dan bulan yang sama dapat memiliki hari serta pasaran berbeda pada tahun yang berbeda.

2. Lihat Nilai Harinya

Cocokkan hari dengan tabel neptu hari.

Contohnya:

  • Sabtu bernilai 9.
  • Rabu bernilai 7.
  • Senin bernilai 4.
  • Selasa bernilai 3.

3. Lihat Nilai Pasarannya

Setelah itu, cocokkan pasaran dengan tabel neptu pasaran.

Contohnya:

  • Kliwon bernilai 8.
  • Pahing bernilai 9.
  • Pon bernilai 7.
  • Wage bernilai 4.

4. Jumlahkan Kedua Nilainya

Gunakan rumus berikut:

Nilai hari + nilai pasaran = jumlah neptu weton

Contoh:

Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17

Jadi, jumlah neptu Sabtu Kliwon adalah 17.

Ada wejangan Jawa yang berbunyi:

“Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku.”

Artinya, pengetahuan akan lebih dipahami apabila dipelajari dan dipraktikkan dengan sungguh-sungguh.

Dalam menghitung neptu, sebaiknya pembaca memahami nilai hari dan pasaran, bukan hanya menghafal hasil akhirnya.

Contoh Hitungan Neptu Hari dan Pasaran Jawa

Berikut beberapa contoh jumlah neptu hari pasaran Jawa.

Senin Legi

Senin bernilai 4, sedangkan Legi bernilai 5.

Senin Legi = 4 + 5 = 9

Jadi, jumlah neptu Senin Legi adalah 9.

Selasa Pon

Selasa bernilai 3, sedangkan Pon bernilai 7.

Selasa Pon = 3 + 7 = 10

Jadi, jumlah neptu Selasa Pon adalah 10.

Rabu Pahing

Rabu bernilai 7, sedangkan Pahing bernilai 9.

Rabu Pahing = 7 + 9 = 16

Jadi, jumlah neptu Rabu Pahing adalah 16.

Sabtu Kliwon

Sabtu bernilai 9, sedangkan Kliwon bernilai 8.

Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17

Jadi, jumlah neptu Sabtu Kliwon adalah 17.

Cara perhitungannya selalu sama. Nilai hari cukup dijumlahkan dengan nilai pasarannya.

Panduan cara menghitung neptu weton dapat dibaca apabila pembaca ingin mempelajari langkah perhitungannya secara lebih khusus.

Cara Mengetahui Neptu Pasaran Jawa Hari Ini

Hari dan pasaran pada tanggal sekarang terus berubah mengikuti perputaran kalender Jawa. Karena itu, hasil neptu pasaran Jawa hari ini tidak sebaiknya ditulis secara tetap dalam artikel.

Langkah pertama adalah mencari hari dan pasaran pada tanggal sekarang. Setelah keduanya diketahui, cocokkan nilainya dengan tabel dan jumlahkan.

Pembaca dapat cek weton dan pasaran hari ini sebelum menghitung nilai hari serta pasarannya.

Contohnya, apabila suatu tanggal jatuh pada Selasa Wage, maka perhitungannya adalah:

  • Selasa bernilai 3.
  • Wage bernilai 4.
  • Jumlah neptunya adalah 7.

Untuk mencari pasaran pada tanggal lain, konversi tanggal Jawa dapat membantu melihat pertemuan tanggal umum dengan penanggalan Jawa.

Apakah Neptu Sama dengan Weton?

Neptu tidak sama dengan weton. Keduanya saling berkaitan, tetapi mempunyai arti yang berbeda.

Perbedaannya adalah:

  • Hari merupakan Minggu sampai Sabtu.
  • Pasaran terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
  • Weton adalah gabungan hari dan pasaran.
  • Neptu adalah jumlah nilai hari dan pasaran.

Sebagai contoh, Rabu Pahing adalah weton. Rabu bernilai 7 dan Pahing bernilai 9, sehingga angka 16 merupakan jumlah neptunya.

Pembaca dapat memahami perbedaan weton, pasaran, dan neptu agar tidak keliru saat membaca perhitungan Jawa.

Weton juga tidak sama dengan wuku atau pawukon. Wuku memiliki siklus tersendiri dalam penanggalan Jawa dan tidak dihitung dengan menjumlahkan nilai hari serta pasaran.

Neptu Hari dan Pasaran Digunakan untuk Apa?

Dalam tradisi Jawa, neptu digunakan untuk mengetahui nilai weton kelahiran. Setelah nilainya ditemukan, sebagian masyarakat menggunakannya untuk membaca kecenderungan watak menurut Primbon Jawa.

Pembaca yang ingin mengetahui penafsiran tradisionalnya dapat melihat makna weton dalam Primbon Jawa.

Neptu juga sering digunakan dalam perhitungan kecocokan pasangan. Nilai weton dua orang dijumlahkan, kemudian dibaca berdasarkan hitungan yang dikenal dalam keluarga atau daerah tertentu.

Selain itu, sebagian keluarga menggunakan neptu sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih hari pernikahan atau kegiatan adat.

Namun, hasil perhitungan tersebut merupakan bagian dari tradisi. Neptu tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan jodoh, pekerjaan, rezeki, atau keputusan penting lainnya.

Watak dan kehidupan seseorang juga dipengaruhi oleh pendidikan, keluarga, lingkungan, pengalaman, usaha, dan pilihan hidup.

Kesimpulan

Hari neptu pasaran merupakan bagian dari perhitungan tradisional Jawa. Setiap hari dan pasaran mempunyai nilai yang kemudian dijumlahkan untuk mengetahui neptu sebuah weton.

Rumusnya adalah:

Nilai hari + nilai pasaran = jumlah neptu weton

Sebagai contoh, Rabu Pahing mempunyai neptu 16 karena Rabu bernilai 7 dan Pahing bernilai 9. Sabtu Kliwon memiliki neptu 17 karena Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8.

Neptu dapat dipelajari sebagai bagian dari pengetahuan budaya Jawa. Hasil perhitungan tersebut bukan penentu mutlak watak, jodoh, rezeki, keberuntungan, atau masa depan seseorang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu hari neptu pasaran Jawa?

Setiap hari dan pasaran Jawa mempunyai nilai tertentu. Jumlah nilai hari dan pasaran disebut neptu weton.

Berapa jumlah neptu hari dan pasaran Jawa?

Jumlahnya berbeda pada setiap weton karena nilai hari dan pasarannya tidak sama. Contohnya, Senin Legi bernilai 9, sedangkan Sabtu Kliwon bernilai 17.

Bagaimana cara menghitung neptu hari dan pasaran?

Gunakan rumus berikut:

Nilai hari + nilai pasaran = jumlah neptu weton

Contohnya, Kamis Wage adalah 8 + 4 = 12.

Bagaimana mengetahui neptu pasaran Jawa hari ini?

Cari terlebih dahulu hari dan pasaran pada tanggal sekarang. Setelah itu, cocokkan keduanya dengan tabel neptu dan jumlahkan nilainya.

Apakah neptu menentukan watak dan masa depan?

Tidak secara mutlak. Neptu digunakan dalam penafsiran tradisional, tetapi pendidikan, lingkungan, pengalaman, usaha, dan pilihan hidup juga berpengaruh besar.

Catatan: Perhitungan hari, pasaran, dan neptu merupakan bagian dari tradisi serta pengetahuan Jawa. Gunakan sebagai bahan belajar dan mengenal budaya, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai seseorang atau menentukan keputusan penting.

Ditulis oleh Diterbitkan

Tentang Penulis

Ratih Purwasari Jatmiko

Penulis Weton, Pasaran, dan Neptu Jawa

Ratih Purwasari Jatmiko adalah penulis di Javanesetime.org yang membahas weton, pasaran, neptu, kecocokan weton, dan primbon sebagai bagian dari pengetahuan budaya Jawa. Ia mempelajari topik tersebut melalui buku, sumber perpustakaan, dokumentasi budaya, dan perbandingan beberapa rujukan. Tulisannya bertujuan membantu pembaca memahami tradisi Jawa dengan bahasa yang jelas tanpa menjadikannya sebagai kepastian mengenai karakter, rezeki, hubungan, atau masa depan.

Bidang: Weton Jawa, pasaran Jawa, neptu hari dan pasaran, daftar 35 weton, cara menghitung weton, kecocokan weton, primbon Jawa, serta tradisi perhitungan hari dalam masyarakat Jawa.

Gambar Gravatar
Menulis tentang weton, pasaran, neptu, kecocokan, dan primbon sebagai bagian dari pengetahuan budaya Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *